fbpx

Walikota: Kota Tegal harus Jadi Kota Pusaka Dunia

Walikota Tegal Hj. Siti Masitha Soeparno hadir dalam Strategic Meeting of World Heritage Cities Asia Pasific yang diselengarakan di Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Bali. Foto Humas Pemkot Tegal for panturabisnis.com

DENPASAR – Untuk mewujudkan salah satu Kota Pusaka Dunia, Walikota Tegal Hj. Siti Masitha Soeparno hadir dalam Strategic Meeting of World Heritage Cities Asia Pasific yang diselengarakan di Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Bali, Senin(8/8) lalu.

 

Acara yang dibuka Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika dilangsungkan selama tiga hari, Senin – Rabu (8-10/8). Selain Walikota Tegal acara juga dihadiri seluruh Bupati dan Walikota seluruh Indonesia beberapa diantaranya adalah Walikota Bogor, Bupati Kutai, Bupati Gianyar.

 

Acara yang diadakan oleh OWHC (The Organization of World Heritage Cities) bekerja sama dengan Badan Perlindungan dan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) ini adalah yang kedua kalinya, OWHC didirikan pada tanggal 8 September tahun 1993 di Kota Fez Maroko. Organisasi ini melalui sukrelawan-sukarelawannya diseluruh dunia melakukan kegiatan membantu kota-kota di dunia untuk melindungi warisan budayanya melalui pelestarian budaya dan mempromosikannya.

 

Disampaikan bahwa budaya merupakan nilai universal, dan nilai itu tidak hanya milik dimana masyarakat sekitar bangunan budaya tetapi juga milik seluruh dunia. Adapun kategori Kota Pusaka meliputi Pusaka Alam, Landscap, Arkeolog, Agama dan Sastra.

 

Walikota Tegal Hj. Siti Masitha Soeparno untuk mewujudkan langkah menjadi anggota OWHC Pemerintah Kota Tegal telah melakukan inventarisasi terkait cagar budaya sehingga dalam komunitas ini dapat ikut melestarikan. “Dengan mengangkat kesenian dan bangun cagar budaya di Kota Tegal. Misi Kota Tegal salah satunya dengan mempertahankan aset aset budaya,” katanya.

 

Selain inventarisasi aset budaya, Pemerintah Kota Tegal juga mengajak generasi muda Kota Tegal melalui simposium budaya dan pendidikan untuk memahami dan melestarikan adat istiadat, kesenian dan bangunan sejarah. Generasi muda juga diajak untuk tidak melupakan sejarah dengan mengajak untuk Ikut mempelajari dan mempromosikannya.

 

Untuk mewujudkan itu menurut Pemerintah Kota Tegal telah melalukan kegiatan-kegiatan eksternal seperti simposium di sekolah, mengadakan event nasional. Walikota juga menjelaskan dalam peringatan HUT ini tahun ini Pemerintah Kota Tegal juga akan mengajak anak-anak untuk memahami kemerdekaan melalui warisan budaya.

 

Dalam pembicaraan dengan Sang Wook Lee, Regional Coordinator OWHC Asia Pasifik, Walikota Tegal memaparkan potensi Kota Tegal, menurutnya dalam pembicaraan tersebut Walikota memaparkan berbagai potensi budaya dan langkang-langkah yang sudah dilakukan Kota Tegal untuk melindungi warisan budaya.

 

“Harapannya dari pembicaraan dan langkah yang sudah dilakukan Kota Tegal secepatnya dapat menjadi anggota OWHC Asia Pasifik,” pungkas Walikota.

 

Selain Kota Tegal beberapa kota lain yang sedang mengajukan untuk menjadi menjadi kota pusaka dunia antara lain Kota Tua Jakarta, Kota Lama Semarang. Kota Tegal juga telah mengajukan proposal ke kementerian koordinator pembangunan, manusia, dan kebudayaan untuk mendaftarkan warisan warisan budaya yang ada di Kota Tegal. Rencananya setelah pertemuan didenpasar akan dilanjutkan dengan The 14th World Kongres of the OWHC yang akan dilaksanakan di Kota Gyeongju, Korea Selatan. (humas pemkot tegal/pb)

Komentar
Spread the love

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *