fbpx

Trasa Mart dan Aksi “Ekonomi Pancasila”(?)

“KALAU Ekonomi Pancasila (diterapkan), seharusnya yang menjadi besar itu koperasi dan Trasa Mart, bukan Alfamart,” kata Kahar Mudakir, pengelola lama Trasa Mart, kepada panturabisnis.com.

“Pengusaha kecil seharusnya jangan dijadikan pijakan. Sudah kecil dijadikan pijakan ya matilah,” sambungnya.

Mantan dosen IAIN Walisongo, Semarang, itu lalu bercerita banyak tentang perpolitikan nasional dan lokal. Juga tentang peta kontestasi pilkada 2014-2019 yang kemudian memenangkan pasangan Enthus – Umi. Juga tentang bagaimana tokoh yang sejatinya tidak begitu tertarik politik sampai maju ke Pilkada. Kisahnya sangat menarik, layak dibukukan. Sayangnya detail cerita itu diminta off record.

Bagaimana tentang politik nasional? “Politik sekarang lebih membela kepentingan golongan, bukan kepentingan rakyat,” ungkap pengusaha sapi yang sempat maju sebagai calon wakil bupati Tegal 2014-2019.
Pada kesempatan itu, Kahar sempat berdiskusi akrab dengan pengelola baru Trasa Mart, yaitu Supangat. “Kami ingin Trasa Mart nanti jadi destinasi wisata. Makanya harus ramai dulu,” ujar pria berkumis lebat itu.

Sebentar lagi bulan suci, yang pada praktiknya adalah ‘bulan konsumsi’. Lebih istimewa lagi, bulan suci berbarengan dengan liburan.

“Apalagi sekarang Alun-Alun Slawi (AAS) sedang dalam kondisi kacau-balau, pusat keramaian ngabuburit akan semakin terfokus ke Trasa,” kata Ahmad Thoha Faz, PL Disperindag yang menjadi konsep potji.com dan memiliki sekretariat di Trasa Mart.

“Itu adalah momentum yang terlalu bagus untuk dilewatkan.”

“Ya, nanti di halaman depan akan ramai dengan jajanan Ramadhan. Saya sudah menghubungi IWAPI,” sahut pria kelahiran Purworejo 1966, sebaya dengan Ki Enthus Susmono, dan lebih muda satu tahun daripada Kahar.

Dengan fasilitas wifi yang kencang bantuan PT Telkom Indonesia, Trasa Mart akan semakin memantapkan diri sebagai promosi produk industri kecil di Kabupaten Tegal. “Pihak teh Poci bersedia memotong pagar depan (yang berada di dekat jalan raya) dan membuatkan gerbang,” kata Supangat yang pada saat bersamaan juga sedang mempersiapkan toko buku Media Ilmu ke-9 di Bojong. (pb)

 

Komentar
Spread the love

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *