fbpx

The Joko Way (6) – Meteor Tiada Dua

Oleh Ahmad Thoha Faz

Owner panturabisnis.com

Joko Widodo. Jokowi. Joko “we”. Maka muncullah “Jokowi adalah kita”. Slogan tersebut begitu populer. Lebih populer daripada semboyan “merdeka atau mati !” semasa perang kemerdekaan maupun “bhinneka tunggal ika” semasa konsolidasi kebangsaan.

Luar-biasa !

Gerakan cinta Jokowi tidak terbendung. Tiba-tiba Jokowi lebih dicintai daripada tetangga, teman,saudara, … Televisi dan internet membuat cinta rakyat kepada Jokowi membuncah dan semakin lengket. Semua orang Indonesia jatuh hati kepada Jokowi, kecuali yang belum.

Secara kuantitas, tidak ada presiden di Indonesia yang mendapat luapan cinta sebesar Jokowi. Soekarno tidak. Soeharto tidak. Habibie? Gus Dur? Megawati? SBY? Tidak!

Orang yang iri berkata sinis, Jokowi adalah nabi. Mereka keliru. Nabi yang berjumlah 124.000 personil pada umumnya tidak begitu laku, bahkan malah dilempari batu.Dibandingkan nabi siapa pun, kecuali Nabi Muhammad (juga Musa dan ‘Isa ‘alaihimus salam?), pengikut Jokowi jauh lebih menyemut. Kapal nabi Nuh terlalu kecil bagi pendukung revolusi mental. It’s‪#‎thejokoway‬.

Muhammad bin Abdullah perlu karakter memukau dan tidak tercela sedikit pun selama 35 tahun untuk mendapat gelar “layak dipercaya”. Jokowi? Cukup melihat si banteng kurus ini melalui media tivi langsung jatuh hati. Bandingkan dengan jujur, kawan, supaya tahu betapa hebatnya Jokowi.

Jokowi adalah pembawa kabar gembira. Harapan baru. A new hope . Semoga bukan halusinasi baru atau keputusasaan baru. Amin.

 

Komentar
Spread the love

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *