Oleh Akhmad Thoha Faz

Manajer Potji.com

 

“Apakah ini masuk kategori pelecehan dunia akademik, manakala seorang mahasiswa mengambil judul skripsi mengangkat permasalahan tata kelola pemerintahan Kota Tegal ditolak?” begitu tertulis di akun Facebook milik seorang mantan kepala SKPD di Kota Tegal.

 

Aku pernah mendengar cerita itu, dari seorang sahabat. Di dinding Facebook, baru saja aku membacanya. Aku tidak tahu apakah berita itu faktual atau tidak. Jika berita itu faktual, berarti berbeda dengan apa yang kami lakukan di Potji.com “Portal Tegal Jepangnya Indonesia”.

 

Di Potji.com, kami mengundang siapapun untuk mengadakan penelitian. Kami sangat menghargai kerja ilmiah. Silakan bongkar masalah. Temukan solusi. Bahkan kesalahan masa lampau yang telah berurat-akar, mungkin sejak zaman orde lama, silakan bongkar. Sebagai contoh, silakan klik https://www.youtube.com/watch?v=OYl36xzeoO0.

 

Potji.com sedang bekerjasama untuk penelitian skripsi (S1 Teknik Industri UNDIP) dan tesis (S2 Teknik Industri UII dan S2 Komunikasi Bisnis UNISBA). Potji.com juga sedang bekerjasama dengan sejumlah mahasiswa STMIK YMI membangun website dan mempersiapkan presentasi untuk hari jadi Kabupaten Tegal pada Mei 2016 nanti.

 

Apa urusannya dengan Kota Tegal?

Sebagai birokrat dan secara administratif aku memang orang Tegal Desa. Namun, terus-terang aku lebih mengenal dan dikenal (?) di Tegal Kota. Hampir seluruh siswa SIE, tempat aku menjalani profesi sebagai ‘guru ilegal’, adalah siswa di SD, SMP dan SMA di Kota Tegal. Silakan periksa, siapa saja yang sekarang menjadi yang terbaik di SMA Negeri 1 Tegal?

 

Tidak bisa tidak, aku mengikuti denyut-nadi Tegal Kota. Kadang-kadang aku bertanya, kok Tegal Kota bisa … Ah, sulit aku mengatakannya.

 

 

Aku yakin, banyak intelektual di Tegal Kota. Orang cerdas di kalangan birokrat berlimpah. Yang jarang itu nyali. Nyali, Bung. Intelektual tanpa nyali, apalagi yang langsung semaput begitu kena kebul, tidaklah pantas menikmati sate batibul!

Banyak orang salah mengira, aku ini pejabat di Kabupaten Tegal. Sampai-sampai didatangi pejabat atau tokoh masyarakat. Tidak. Aku hanya PNS rendahan. Bahkan lebih rendah dari itu, aku PNS terburuk. Bahkan bukan hanya itu, aku satu-satunya PNS di SKPD-ku yang tinggal kelas.

 

Backing? Pemimpin tertinggi Pemkab Tegal sempat menanyakan masalah, lalu menawarkan bantuan. Pemimpin sebuah organisasi ternama melakukan hal yang sama. Apa kataku? Tidak perlu. Teringat aku seorang pemuda bernama Ibrahim yang menolak bantuan malaikat Jibril.

 

Hidup hanya sekali. Hasbunallahu wa ni’mal wakil ni’mal maula wa ni’man nashir.

 

Toh, insya Allah aku bisa membuat Potji.com, yang dipandang sebagai program unggulan Kabupaten Tegal. Jika aku, yang hanya pion terlemah, bisa apalagi anda yang ster, peluncur, benteng, …
Maaf, aku menulis dengan terbawa emosi. Kepada warga Tegal Kota, aku hanya ingin mengatakan: mana nyalimu?!! Apalagi kepada pemuda. Silakan siapkan panci, jika pemuda sudah tidak lagi bernyali!
Jumat barokah. (pb)

Komentar
Tags:
About Author: panturabisnis