fbpx

Tegal Jepangnya Indonesia, dari Portal menuju Poros Digital

DI antara aset Pemerintah Kabupaten Tegal yang mangkrak atau tidak berfungsi jauh dari harapan adalah Taman Rakyat Slawi Ayu (TRASA), eks Terminal Adiwerna dan LIK Takaru. TRASA dan LIK Takaru di bawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DISPERINDAG), sedangkan Terminal Adiwerna di bawah Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (DISHUBKOMINFO).

Sebenarnya lokasi ketiga aset itu sangat strategis. Pertama, TRASA terletak di depan Terminal Slawi, berada pada jalur utama Tegal-Purwokerto. Kedua, eks Terminal Adiwerna di depan RS Muhammadiyah Singkil, Adiwerna, berada di salah satu kawasan paling ramai di Kabupaten Tegal. Ketiga, LIK Takaru, yang merupakan singkatan dari Lingkungan Industri Kecil (LIK) Talang Cempaka Baru, terletak di jalur paling ramai di Indonesia,  yaitu jalur lalu-lintas Pantai Utara Pulau Jawa (Pantura). Jadi, mengapa kenyataan jauh dari potensinya yang luar-biasa?

Potji.com “Portal Tegal Jepangnya Indonesia” di TRASA memunculkan harapan baru. Hadirnya sekretariat situs promosi milik Pemkab Tegal itu turut mendorong perubahan besar pada pengelolaan Trasa Mart oleh PKPRI (Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia), dengan menunjuk salah seorang anggotanya yang dipandang kompeten, yaitu Supangat. Tidak lama setelah penunjukan Supangat, yaitu 5 Mei 2016, Trasa Mart mulai menunjukkan wajah barunya yang lebih cantik.  “Trasa Mart Baru”, begitu istilahnya, yang berada satu gedung dengan Sekretariat Potji.com, dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Tegal pada Rabu, 29 Juni 2016. “Trasa Mart Baru berpromosi secara offline, Potji.com secara online,” kata Fani Dwiat Mohammad SE, kepala bidang perdagangan DISPERINDAG yang notabene manajer Potji.com.

Sebagai pusat kegiataan perekonomian digital, bekerjasama dengan PT Telkom, Trasa Mart Baru dilengkapi dengan WiFi Corner. Harapannya di sana menjadi tempat moci  para pegiat internet marketing, selain tentu saja terbuka untuk umum. “Cukup dengan membeli voucher senilai Rp 5000, pengunjung dapat menikmati internet berkecepatan 100 Mbps sepuasnya sampai jam 00.00, jauh lebih murah dan lebih cepat daripada di warnet,” kata Ambar Prihadi, kepala PT Telkom cabang Slawi.

“POROS DIGITAL” ADIWERNA

Hadirnya Potji.com sejak awal tahun 2016 membuat magnet TRASA semakin terasa. Termasuk kepengurusan KADIN Kabupaten Tegal periode 2016-2021 juga sebenarnya berencana menempatkan kantornya di TRASA.  “Awalnya KADIN meminta tempat di TRASA, tetapi ternyata sudah ada MoU dengan PKPRI. Akhirnya ada penawaran alternatif di gedung tengah di eks Terminal Adiwerna. Tentang tempat tersebut sudah dibicarakan dengan bupati, sekda dan kadishub, semua mempersilakan,” kata Moch Amin SE Ak, wakil ketua KADIN Kabupaten Tegal yang sekaligus wakil ketua KADIN Jawa Tengah.

Eks Terminal Adiwerna sangat strategis. Selain berada di tengah-tengah kawasan perindustrian dan perdagangan, di Adiwerna juga terdapat dua buah SMK terkemuka yang sempat bestatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional, yaitu SMK Negeri 1 (STM ADB) dan SMK Negeri 2 (SMIK).  Jadi, eks Terminal Adiwerna sangat berpotensi menjadi, dalam istilah Moch Amin, “TRASA kedua”.

Sebagai kerja konkret pertama, KADIN bekerjasama dengan PT Telkom dan Potji.com membentuk Kampung UKM Digital. Pada rapat pada 22 Juni 2016, telah ditetapkan pengurus, yaitu Ersal Aburizal ST MT sebagai manajer dan Ahmad Thoha Faz ST sebagai sekretaris. Juga ditetapkan kegiatan pertama, yaitu berupa pelatihan bagi UKM yang telah melek internet, akan diselenggarakan di Sekretariat KADIN yang baru tersebut pada 20 Juli 2016.

“Kampung UKM Digital diharapkan menjadi pusat pembelajaran UKM. Juga sebagai pusat penelitian, tentu saja dengan bekerjasama dengan kampus. Apa yang telah dilakukan oleh Potji.com dengan menggandeng kampus, termasuk UI, UNDIP dan ITB, akan lebih diperkuat melalui Kampung UKM Digital,” jelas Ahmad Thoha Faz yang notabene adalah konseptor POTJI.  “Portal Tegal Jepangnya Indonesia yang disingkat dengan POTJI merupakan bagian dari Poros Digital Tegal Jepangnya Indonesia yang juga disingkat dengan POTJI. Jadi, ada POTJI kecil ada POTJI besar,” lanjut alumnus Teknik Industri ITB itu.

“POROS DIGITAL” PANTURA

Sebenarnya sebelum muncul konsep Portal Tegal Jepangnya Indonesia, Thoha dipercaya oleh kepala daerah menyusun konsep untuk merevitalisasi LIK Takaru di Jalan Raya Dampyak Km 4 Pantura. Pada konsep yang diserahkan pada akhir tahun 2015 itu, disebutkan bahwa LIK Takaru dirancang sebagai lokomotif perindustrian di Kabupaten Tegal. Istilahnya, LIK Takaru sebagai “Miniatur Tegal Jepangnya Indonesia”. “Percuma saja promosi yang gencar, baik online maupun offline, apabila ternyata Quality-Cost-Delivery (QCD) ternyata mengecewakan. Tanpa pembenahan QCD, kegiatan promosi malah bisa menjadi bumerang. Itulah seharusnya peran LIK Takaru,” jelas Thoha, seorang PNS yang juga dikenal luas sebagai penulis Titik Ba dan penemu Matematika Detik.

Sebenarnya LIK Takaru yang menempati lahan seluas 9 hektar telah dilengkapi dengan beragam fasilitas. Antara lain laboratorium, Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) yang bekerjasama dengan YDBA Astra, Klinik HaKI, ruang pamer dan 57 unit kios.  Sayang sekali tiga fasilitas yang disebut terakhir kondisinya memprihatinkan. Oleh karena itu, sebagai bagian dari konsep Poros Digital Tegal Jepangnya Indonesia, paling lambat akhir tahun 2016 direncanakan akan hadir Unit Layanan Potji.com di sana, bersamaan dengan unit serupa di Kantor DPD KNPI Kabupaten Tegal yang berlokasi di sebelah selatan GOR Trisanja Slawi. “Jadi, Poros Digital merupakan kolaborasi antara Pemda, KADIN, KNPI,  PT Telkom dan kalangan pendidikan,” pungkas Thoha. (pb)

 

Komentar
Spread the love

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *