Oleh Ahmad Thoha Faz

AHAD, 1 Oktober 2016, BEKraf dan Pemerintah Kabupaten Tegal menandatangani sebuah MoU pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Tegal. Prioritas pertama adalah perfilman.

Tegal memiliki kekhasan budaya. Ki Enthus Susmono, dalang yang saat ini juga bupati Tegal, moncer salah satunya karena mengekplorasi budaya Tegal. Tegal juga telah melahirkan tokoh perfilman hebat seperti Imam Tantowi dan Chairul Umam. Jadi, perfilman seharusnya bisa tumbuh subur di Tegal.

Belum ada wadah ekonomi atau industri kreatif di Kabupaten Tegal. Maka, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinas Perindag), ditunjuk mengawalnya. Sebenarnya, walaupun disebut industri kreatif, karakteristik industri kreatif berbeda dengan perindustrian konvensional yang selama ini ditangani Dinas Perindag. Jualan industri kreatif sebenarnya adalah imajinasi kreatif, bukan produk.

Namun, bukan wong Tegal namanya yang hanya manut melaksanakan instruksi. Wong Tegal juga cukup nyali berinovasi. Bismillah, Matematika Detik (MD) dirancang sebagai ikon utama ekonomi kreatif Kabupaten dan Kota Tegal. MD insya Allah adalah persembahan dari Tegal untuk Indonesia dan dunia.

Salah satu misi PPMD (Pusat Pengembangan Matematika Detik), yang dinahkodai Arif Maulana dan Hendri Lisdiantoro, adalah mewujudkan Tegal sebagai laboratorium besar Matematika Detik. Saat ini PPMD sedang berproses menjalin kerjasama dengan LP Ma’arif NU Kab Tegal, yang kebetulan ketuanya adalah seorang guru visioner, Mr Alfatah. Tidak lama lagi dengan PCNU Kota Tegal.

Selain penerapan ke seluruh pelosok Tegal, melalui Poros Ristek, kami juga mengundang intelektual muda Tegal untuk mudik intelektual. Salah satu tema yang kami tawarkan adalah Matematika Detik. Intan Khairunisa, yang mahasiswa cemerlang yang sejak kecil ingin menjadi guru, menjadikan Matematika Detik untuk tema skripsinya di PGSD UNNES.

Saat ini sudah dimulai. 4 mahasiswi UNNES lainnya, Intan Vitriani dkk segera bergabung. Juga sejumlah mahasiswa Pendidikan Matematika UPS. Calon ahli sejarah didikan UGM, Mubarok, diharapkan akan menganalisis gerakan intelektual ini secara lebih mendalam.

Insya Allah, segera setelah buku Matematika Detik seri ke-1 terbit, Poros Ristek akan berputar lebih kencang lagi. Mahasiswa Tegal yang tersebar di seluruh Indonesia, silakan “mudik intelektual”. Yakni, menjadikan masalah dan gagasan Tegal menjadi tema penelitian. Tentu saja salah satunya adalah Matematika Detik. (pb)

Komentar
Tags:
About Author: panturabisnis