fbpx

Siapa Ujung Tombak Pemerintah di Bidang Perindustrian?

“Penyuluh harus bisa menulis. Penulis harus punya jiwa kemandirian,” kata Subandi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, pada acara paparan diagnosis IKM di Kompleks LIK Takaru, Jalan Raya Dampyak Km.4, Pantura. Acara itu diselenggarakan oleh UPL Disperindag Kabupaten Tegal.

Apa itu UPL?

UPL adalah unit pendampingan langsung. Sesuai namanya, UPL mendampingi pelaku industri kecil secara langsung. Komponen utamanya adalah penyuluh perindustrian.

“Petugas administrasi sudah terlalu banyak. Jadi, penyuluh tidak boleh datang ke kantor. Penyuluh itu di lapangan. Ke kantor harus bawa data dan fakta di lapangan, termasuk analisisnya,” kata Mujiono, ketua badan diklat Kementerian Perindustrian pada diklat penyuluh dasar yang diikuti olehpanturabisnis.com.

Di Dinas Perindustrian Kabupaten Tegal, penyuluh perindustrian diperkuat oleh 5 personil. Yaitu Laely Nersi, Ahmad Thoha, Reza Dwi Anggono dan Wahyuningrum.

Mereka terpilih menjadi pelaksana “genchi genbutsu” melalui seleksi yang sangat ketat. Genchi genbutsu adalah filosofi Toyota yang kurang-lebih bermakna “blusukan”. Wilayah blusukan mereka tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Tegal. Jadi, untuk bisa mengendus masalah dan potensi “Jepangnya Indonesia” kehadiran mereka di bayangkan sangat diperlukan.

Sayang, penyuluh sebagai komponen utama UPL adalah hal baru di Pemerintah Kabupaten Tegal. Tidak aneh apabila tupoksi penyuluh tidak dikenal dan disalahpahami, bahkan termasuk oleh internal Disperindag.

SALAH PAHAM

Pada tahun 2010, Ahmad Thoha, salah satu penyuluh perindustrian lulusan Teknik Industri ITB mendapat tugas khusus dari bupati waktu itu, Agus Riyanto.

Di Jepang, pendidikan sangat menyatu dengan perindustrian, sehingga Thoha ditugasi untuk membuat sesuatu untuk reformasi pendidikan, yang selanjutnya berdampak pada perindustrian dan perekonomian. Caranya, dengan menerjemahkan buku Titik Ba (Mizan, 2007) hingga ke tataran operasional.

Siang-malam Thoha bekerja keras. Termasuk menggandeng Institute for Education Reform Universitas Paramadina melalui akses Utomo Dananjaya, pendiri Universitas Paramadina. Hingga kemudian muncul Metode aRTi dan Matematika Detik.

Gonjang-ganjing politik dan hukum menyeret Agus Riyanto lengser dan berujung bui. Pada saat itu tekanan yang dihadapi Thoha semakin gencar.

Puncaknya pada Januari 2014. Bukan mendapat penghargaan, proses inovasi justru membuatnya dijatuhi sanksi penundaan kenaikan pangkat. Alasannya, jarang masuk ke kantor.Sehingga Thoha dinilai sebagai PNS berkinerja sangat buruk dan satu-satunya yang tinggal kelas. (pb)

Komentar
Spread the love

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *