H. Nawawi menunjukkan produknya yang bermerek Prohana

DESA Pepedan Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal pernah menjadi sentra industri sepatu dan sandal kulit. Namun kini tinggal segelintir warga Pepedan yang bertahan menggeluti usaha produksi alas kaki tersebut. Maraknya sepatu dan sandal pabrikan telah “mematikan” usaha mereka hingga akhirnya ganti profesi. Salah satu warga Pepedan yang mampu bertahan dan memenangkan
persaingan usaha sepatu sandal kulit adalah H. Nawawi.

Menjaga Mutu Produk

“Ini karena kami menjaga mutu produk. Kami juga tidak terlalu besar mengambil keuntungan sehingga harga bisa bersaing,” ujar H. Nawawi saat ditemui panturabisnis.com di rumahnya, yang sekaligus menjadi toko dan tempat produksi sepatu dan sandal kulit  kemarin.

 

Seperti pada umumnya warga Pepedan saat itu, orang tua H. Nawawi juga memproduksi sepatu dan sandal. Sejak kecil ia sudah belajar membuat sepatu dan sandal. Setelah menikah, sekitar tahun 1980, ia mencoba usaha meubel. Namun usaha tersebut tidak berhasil. Pada tahun 1984, ia kembali meneruskan usaha sepatu dan sandal hingga sampai sekarang. Saat ini ada 25 tenaga kerja yang bisa menghasilkan 100 pasang sepatu tiap hari.

 

Tersebar Nasional

“Alhamduillah, produk sepatu dan sandal kami sudah tersebar sampai nasional. Tidak hanya di Jawa tetapi juga di luar Jawa,” ungkapnya.

Pembelinya pun dari warga biasa hingga kalangan pejabat dan artis. “Ki Entus, Limbad, bahkan Kapolri juga pesan sepatu di tempat kami,” tutur dia.
Selain harga yang tidak terlalu mahal, ia juga memberi garansi untuk produknya selama satu tahun. Dia menjamin sepatu dan sandal kulitnya kuat. Karena, bahan asli kulit bukan imitasi.

 

“Pernah ada sekolah yang langganan sepatu kami. Waktu kepala sekolahnya ganti, sepatu sekolah untuk siswa diambil dari Bandung, bukan dari kami lagi. Tapi ternyata tidak awet. Akhirnya sekolah tersebut kembali menggunakan sepatu produk kami,” ceritanya.

Proses Dipatenkan

Semula sepatu sandalnya bermerk Glamaur. Tapi saat akan dipatenkan, nama tersebut sudah banyak dipakai, sehingga pengajuan paten tidak lulus. Akhirnya ia mengubah merk menjadi Prohana.

“Itu singkatan Produk Haji Nawawi. Merk Prohana sedang proses dipatenkan,” terangnya.

Selain sepatu dan sandal, H. Nawawi juga memproduksi jaket, tas dan sabuk berbahan kulit. (pb)

Anda berminat untuk bersepatu kulit merk Prohana? silakan hubungi 085867717830

 

Komentar
Spread the love
Tags:
About Author: panturabisnis