AWALNYA melihat potongan kain yang terbuang di penjahit yang tidak jauh dari rumahnya. Lalu ide kreatif muncul dari ibu yang sudah pensiun kerja di RS Texin, yang kini bernama RS Mitra Siaga. Rupanya usia yang sudah tidak muda lagi tidak menyurutkan niat untuk mewujudkan kreatifitasnya. Yah, Ibu Khomariyah, warga Jalan Ki Ageng Tirtayasa No. 06 RT 05/03 Kelurahan Krandon Tegal membuat sandal batik (Sa-Batik).

“Awal membuat sandal batik tahun 2011, bulan Desember.”

 

Kreativitias Ibu Khomariyah

Ibu Khomariyah mulai menceritakan usaha produksi sandal batik saat ditemui di kios tempat produksi sandal batiknya. Kios yang berdempetan dengan rumahnya. Sandal jepit yang harga belinya Rp 5000, ia kreasikan. Alas sandal dan jepitnya, ia lapisi dengan kain batik potongan sisa dari tukang jahit. Ada jahitan memutar dengan benang jagung untuk menguatkan lapisan kain. Pada bagian atas ujung jepit, dihiasi dengan aksesoris. Sandal jepit yang terbuat dari spon menjadi tampak lebih cantik. Harga pun naik.
“Satu pasang sandal batik harga Rp 17.500,” ujar Ibu Khomariyah.

Tentu tidak begitu saja sandal batiknya dikenal luas. Untuk memperkenalkan, Ibu Khomariyah sengaja memakai sandal batik. Ia pakai ke pasar dan kemanapun. Rupanya mereka yang melihat sandal jepit Ibu Khomariyah tertarik dan memesannya. Karyanya juga menjadi perhatian pemerintah kelurahan.

“Pak Lurah mendorong saya ikut pameran yang diadakan pemerintah. Ternyata tiap ikut pameran, sandal batik laku keras,” ungkapnya.

Pesanan Makin Meningkat

Pesanan makin meningkat. Ibu Khomariyah mulai merekrut sejumlah pemudi warga setempat. Ia ajari bagaimana membuat sandal batik. Sayangnya mereka tidak bertahan lama. Keluar dan lebih senang merantau. Tetapi produksi tidak berhenti. Tiap ada pesanan, masih ada yang bisa diundang kembali untuk mengerjakannya. Atau mengajari kembali warga yang mau bekerja.

“Di sini memang warga urban,” kata dia.

Kreasi tidak berhenti. Dari sandal batik, Ibu Khomariyah juga memproduksi tas sekolah, tas laptop dan dompet yang berbahan kain batik. Tidak hanya itu, ada juga tas wanita yang dibuat dari kertas majalah atau koran bekas.

“Tas seperti ini, ibu Ikmal pernah beli,” ujar Ibu Khomariyah sambil menunjukkan tas yang terbuat dari kertas koran itu.

Sebenarnya bahan baku tidak hanya koran. Tetapi sada (lidi dari kain bambu) yang dibungkus kain kertas koran atau majalah lalu kemudian direkatkan dan dibentuk menjadi tas.

“Ini cukup rumit membuatnya. Harus telaten.”

Data IKM

Nama : Ibu Khomariyah
Tempat/Tgl Lahir : –
Alamat : Jalan Ki Ageng Tirtayasa No. 06 RT 05/03 Kelurahan Krandon
No HP : 085866146756/087730354622
Bidang Usaha : Produksi Sandal Batik (Sa-Batik)

Komentar
Tags:
About Author: panturabisnis