Sambal Kothok

HARJAWINANGUN – Setelah membangun bisnis sambal selama 2 tahun, akhirnya   Uul, nama panggilannya menemukan rezekinya.  Mba Uul berusia (35) adalah alumnus Fakultas Sastra Arab Universitas Islam Negri (UIN Tangerang Selatan) punya prinsip sarjana harus bisa membuka usaha sendiri, terutama di desa. Ia mengembangkan wirausaha dengan membuat sambal kothok yang dikemas apik.

Bahan – bahan yang dibutuhkan dalam proses pembuatan sambal kothok ini antara lain, bawang merah, cabe lombok dan rawit, gula jawa, garam, penyedap, minyak sayur, rebon atau trasi putih. Pembuatannya pun masih secara tradisional. “Masih diulek dengan tangan sendiri biar terasa sambal,” ungkapnya.
Dengan bahan yang dapat dicari di lingkungan atau pasar, Mba Uul pun membuat inovasi sambelnya bermacam macam rasa. Antara lain sambal jengkol, sambal pete, sambal trie, sambal udang, sambal orri, sambal rebon.

“Rasa pedasnya membuat orang nggaber-nggaber. Pasti membuat orang penasaran dan ketagihan ingin makan lagi,” ujarnya.

Bukan itu saja Mba Uul pun memberi merek sambel sesuai dengan nama dusunnya, Sambal Kothok Petir Uul Faqolh biara terasa cetar.

Satu paket sambel Kothok dengan macam-macam rasa,  150 gram dengan harga Rp. 32.000,- dan ukuran 250 gram dengan harga Rp. 55.000,-. Dengan harga yang merakyat ini membuat Gerai sambal kothoknya bayak di buru di online dan lingkungan setempat.

Bisnis kuliner sambal kothok, sambung  Uul, sudah tembus ke luar kota, daerah, pulau dan ada pun sebagai oleh-oleh keluar negri. Gerai sambel pertama kali dirintis di rumahnya sendiri, biar terlihat alami dan bisa mengembangkan masyarakat sekitar.

Dia bersyukur usaha sambalnya ini berkembang secara perlahan lahan. Uul mengatakan, menjalankan bisnis bukan hal yang mudah. ”Saya sudah 2 tahun menjalankan bisnis sambal kothok Petir ini. Dengan pengalaman saya di kuliah dulu, saya menerapkan sistem manajemen bisnis, karena sangat penting selain modal dan semangat,” katanya.

Dia berdoa semoga sambel Khotok Petir ini bisa memberikan inspirasi kepada para sarjana khususnya wanita yang berdomisili di desa untuk semangat dalam berkarya, selain menjadi ibu rumah tangga. (*)

Komentar
Spread the love
Tags:
About Author: panturabisnis