fbpx

RRT Bengle, Prestasi Bukan Kolusi

“Baru saja kami mendapat bantuan senilai Rp 400 juta dari Kementerian Koperasi dan UKM,” kata Mahmudin (39 tahun), ketua Koperasi “Rakitan Rakyat Tegal” (RRT) kepada panturabisnis.com.

Dana hibah tersebut diperuntukkan untuk membangun gudang dan ruang pamer (showroom) yang direncanakan akan selesai pada akhir 2015. Untuk bagian fondasi dan pengurugan sebelumnya RRT mendapat dana hibah senilai Rp 100 juta dari Kabupaten Tegal.

Bagaimana RRT bisa mendapatkan kucuran dana dari Kementerian?

Ternyata RRT hanya satu-satunya. Dari lima provinsi yang mengajukan proposal, hanya Jawa Tengah yang memenuhi syarat, yang diwakili oleh RRT dari Kabupaten Tegal.

Syarat utama adalah, pertama, koperasi memiliki tanah hak milik atas nama koperasi, bukan atas nama perseorangan atau pemerintah. Untuk hal ini RRT memiliki tanah seluas 800 meter persegi yang berlokasi di Bengle, Kecamatan Talang, tidak jauh dari Sanggar Satria Laras milik Ki Enthus Susmono.

Kedua, koperasi aktif berjalan, ditunjukkan dengan adanya rutinitas RAT (Rapat Anggota Tahunan). “Bukan hanya RAT, setiap bulan kami juga mengadakan rapat bulanan,” sambung Mahmudin.

TINGGAL SEDIKIT LAGI

Di akhir 2015, Kabupaten Tegal akan memiliki gedung koperasi yang membanggakan. Cantik bentuk fisiknya, aktif organisasinya dan tertib administrasinya. Namun sangat disayangkan apabila kegiatan produksi sebagai kegiatan utama belum beroperasi di dalamnya.

Saat ini, RRT memiliki 17 unit mesin produksi yang tersebar di 22 anggotanya, yang tersebar di tiga kecamatan: Talang, Adiwerna dan Pangkah. Oleh karena itu, RRT sedang mengajukan dana lagi untuk penyelesaian workshop. (pb)

Komentar
Spread the love

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *