Rojai memegang bola produksinya yang diberi merk PROteg. (foto bentar)

SIAPA sangka, di daerah atas Kabupaten Tegal, tepatnya di Kecamatan Bumijawa, ada pabrik bola yang biasa dipergunakan untuk pertandingan sepak bola? Meski hanya home industri, produk bolanya sudah dipasarkan ke berbagai daerah. Dan bola tersebut sudah kerap digunakan untuk kejuaraan sepak bola.

Adalah Rojai,  warga Desa Sokasari Istanaerang RT 03 RW 03 Bumijawa, yang menekuni usaha pembuatan bola. Nama usahanya Pelita Prima Jaya. Rojai memproduksi berbagai bola, bola sepak, bola volli, bola futsal. Bahannya dengan kulit sintetis.

Saat ditemui di tempat usahanya, Rojai menceritakan, dirinya sudah memproduksi bola ini sejak puluhan tahun lalu. Awalnya  Rojai bekerja di perusahaan Korea. Pada tahun 2005, Rojai keluar dari perusahaan tersebut. Dan mencoba membuka usaha sendiri di rumahnya. Usaha produksi bola dengan modal awal Rp 200.000.

“Hanya kecil-kecilan saja,” ujar Rojai.

Tetapi setelah banyak yang tertarik, produknya melambung.  “Produk bola ini saya namakan PROTeg, agar masyarakat Kabupaten Tegal dan luar kabupaten tahu bahwa produk Indonesia mempunyai kualitas yang tidak kalah dengan produk perusahaan besar dunia lainnya,” kata dia.

Bola hasil produksinya sering digunakan untuk liga sepak bola. Seperti liga lokal. Juga dipakai olah raga anak-anak sekolah. Bahkan sering digunakan untuk kejuaraan di tingkat Kabupaten Tegal.

“Itu karena kualitas produknya bagus,” ujar dia.

Berbagai perhargaan ia raih atas usaha kreatifnya.
Pada tahun 2011, Rojai mendapat penghargaan sertifikasi dalam babak prakualifikasi penerapan Iptek untuk Industri kreatif kegiatan pemuda berpestasi di bidang IPTEK oleh Kementerian  Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dan pemerintah provinsi Jawa Tengah. Tahun berikutnya, tahun 2012, mendapat piagam penghargaan dalam pelatihan manajemen home industri dan sporttainment tingkat Jawa Tengah.

Lolos Uji Mutu

Agar produk tetap bertahan baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya, Rojai mengurus proses SNI, dengan uji mutu,  merek “PROteg”  lolos.

Dalam satu bulan, Pelita Prima Jaya mampu memproduksi 100 hingga 700 bola. Rojai memperkerjakan warga sekitar. Ada 7 sampai 10 penjahit kulit sintetis. Dan untuk proses selanjutnya digarap oleh Rojai dan keluarganya.

“Produk bola ini bisa menjadi andalan dan kualitas bagus. Tidak kalah dengan bola kulit yang dijual di toko-toko,” ungkap Rojai.

Di pasaran, harga bola produksi Pelita Prima Jaya dari Rp 45.000 sampai Rp 250.000. Tergantung kualitasnya.

Tidak hanya produk bola saja, Pelita Prima Jaya juga memberikan servis sepatu bola dan bola voli, futsal, basket dan bola tendang. “Tahun 2018 ini, target saya stok bola lebih banyak lagi dan semoga ke depannya saya bisa buka gerai olahraga.“

(bentar)

Komentar
Tags:
About Author: panturabisnis