fbpx

Produksi Shuttlecock Berkualitas dan Murah di Lawatan

Desa Lawatan Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal dikenal sebagai sentra produksi atau penghasil shuttlecocks. Usaha tersebut sudah turun temurun digeluti oleh warga Lawatan.

Ada berbagai merek shuttlecocks bagus yang dihasilkan warga Lawatan. Tiga di antaranya merek Priya Tunggal, Bangun Baru dan Gelanggang.

Priya Tunggal diproduksi oleh Daryono, warga Lawatan RT 16 RW 04. Saat ditemui panturabisnis.com, Daryono menyatakan merek shuttlecocknya sudah dipatenkan.

Produksi Shuttlecock Bangun Baru

Seperti halnya Daryono, Parjito pemilik merk Bangun Baru juga menyatakan merk sudah dipatenkan. Warga RT 17 RW03 itu melanjutkan usaha orang tuanya. Begitu pula Romajaya, warga RT 12/03 yang menjadi pemilik merk Gelanggang.
Kaitan dengan pemasaran, ketiganya menyatakan ada sales atau agen yang memasarkan produk mereka. Anda ingin bisnis menjual shuttlecocks berkualitas? Silakan hubungi 085867717830.

 

Tentu saja bisnis shuttlecocks bulutangkis masih tetap cerah. Bagaimana tidak, olah raga bulu tangkis menjadi salah satu olah raga yang digandrungi warga Indonesia. Bahkan warga di Asia.

 

Kecepatan Shuttlecock

Kecepatan (speed) shuttlecock rata-rata 78 (bisa berkisar antara 77 – 78). Sedangkan berat shuttlecock rata-rata 4,9 gr (bisa berkisar antara 4,8 gr – 51 gr). Terkadang didapati shuttlecock dengan berat 52 gr tetapi sangat jarang sekali. Kecepatan dipengaruhi oleh kelembaban udara, temperatur dan ukuran lapangan. Bila GOR kecil atau 1 lapangan bisa menggunakan grains 77 (lambat). Kalau GOR besar atau 4-6 lapangan, biasanya grains 78 (medium) sebagai antisipasi hembusan angin.
Shuttlecock juga memiliki kecepatan rotasi yang sangat penting untuk stabilitasnya.

Untuk stabilitas shuttlecock pada kecepatan lebih dari 0,65 Mach (0,65 x kecepatan suara), kecepatan suara = 330 m/s, bulu bagian paling atas melengkung dari rata-rata posisi 11,8 derajat ke 20 derajat atau lebih dari permukaan tubuhnya.

Berhubungan dengan fisika, ketika shuttlecock meluncur, dua gaya mempengaruhi gerakannya: gaya gravitasi bumi yang menariknya ke bawah dan gaya tekan udara yang mendorongnya meluncur ke atas. Percepatan dari gravitasi adalah konstan (tetap). Percepatan pada tekanan udara meningkat ketika shuttlecock meluncur membelah udara. Bila di buat rumusnya maka seperti ini:

a = g – f(v)
dengan a = percepatan (m/s2)
g = gravitasi (9,8 m/s2)
dan f(v) gaya tekan udara yang tergantung pada temperatur, kelembaban, ketinggian dari permukaan laut dan tekanan udara. (pb)

 

Komentar
Spread the love

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *