fbpx

PPIB Jadi Barometer Ekonomi Kreatif

dekan00
Mahben Jalil, SE MM

KOTA TEGAL sudah dikenal sebagai kota magnet. Dengan perubahan-perubahan yang terjadi, termasuk infrastruktur jalan tol yang tengah dibangun, apakah Tegal tetap mempunyai daya tarik? Karena itu, ekonomi kreatif di Kota Tegal harus terus dikembangkan sebagai kekuatan daya tarik. Dan, PPIB (Pusat Promosi dan Informasi Bisnis) Kota Tegal menjadi barometer. Demikian dikatakan Dekan Fakultas Ekonomi UPS Tegal Mahben Jalil, SE MM kepada panturabisnis.com, Senin (16/2/2016)

“PPIB sebagai manifestasi tumbuhnya ekonomi kreatif. Sebenarnya konsep real PPIB apa? Konsep bisnis harus ada manfaat. Mengapa tidak dimanfaatkan?” ujar Mahben.

Dia berharap pelaku-pelaku bisnis tidak perlu menunggu pemikiran atau kebijakan dari pemerintah setempat. Tetapi bagaimana semua stakeholder memanfaatkan fasilitas PPIB. Semua harus bergerak. “Itu yang perlu diciptakan. Kalau tidak kita yang bergerak, lalu siapa?” cetus Mahben.

Dia mengajak semua duduk bersama untuk mendiskusikannya, apalagi sudah memasuki MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Fakultas Ekonomi siap menggali pemikiran dalam konteks akademis terkait dengan masalah tersebut. “Memasuki MEA, apa yang sedang kita lakukan menghadapi itu? Seperti tidak melakukan apa-apa. Ini mumpung MEA belum berdampak banyak. Kita secara akademis mendukung penuh.”

Sebelumnya diberitakan, kawasan PPIB (Pusat Promosi dan Informasi Bisnis) Kota Tegal mendapat sorotan Komisi II DPRD setempat. Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal Tuty Alawiyah berharap PPIB segera dibenahi dan difungsikan sebagaimana mestinya. Saat ini PPIB sedang dimanfaatkan untuk Balai Pengobatan Penyakit Paru-paru (BP4).
“Gedung BP4 sudah selesai dibangun. Februari ini diharapkan BP4 bisa pindah. Dan, PPIB disterilkan dulu sebelum digunakan kembali,” tutur Tuty Awaliyah kepada panturabisnis.com, Kamis (11/2/2016).

Tuty menilai kondisi PPIB yang tidak hidup itu karena belum ada penanganan yang maksimal. Semestinya PPIB bisa menjadi sentra produk Tegal, baik kuliner, logam, batik, hasil olahan ikan maupun lainnya. Karena itu, perlu kerjasama semua pihak. Termasuk dinas juga bisa mengakomodir keterlibatan pengusaha besar yang ada di Kota Tegal.
“Ini tidak bisa ditangani satu dinas saja,” ujarnya. (pb)

Komentar
Spread the love

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Satu pemikiran di “PPIB Jadi Barometer Ekonomi Kreatif”