Ini adalah karya pemuda Tegal, M Arfanul Aziz, dan guru besarnya di IPB. Mengapa tentang kelapa sawit? Ya, karena masalah yang dihadapi mereka adalah kelapa sawit.

Saya yakin, duku Kesuben, komponen kapal Kebasen, dan komoditas unik lainnya asal Tegal layak diteliti, ditulis dan diterbitkan. Dua masalah, yakni R & D (Research & Development) dan pemasaran, dapat dipecahkan sekaligus dengan cara yang elegan.

Masalahnya, siapa yang mau dan mampu melakukan hal itu? Dan bagaimana riset menjadi kegiatan yang terstruktur, sistematis, masif dan berkelanjutan?
Itulah peran “Poros Ristek”. Dalam konsep Poros Ristek, yang dimaksud kampus tidak dibatasi kedekatan geografis, melainkan semua kampus di Indonesia yang menjadi tempat belajar putra-putri terbaik Tegal.

Ketika saya menceritakan hal itu, Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Tegal antusias menyambutnya. Mereka malah menawarkan sekretariat Poros Ristek berlokasi di kantor yang berlokasi sangat strategis itu, tepat di dekat bundaran Monumen Poci dan di depan Masjid Agung Kabupaten Tegal.

Namun, saya sedikit trauma dengan birokrasi. Maka Poros Ristek, untuk saat ini kami kelola sendiri, bersama Potji.com. Tentu saja dengan kucuran anggaran APBD Rp 0,00 (nol rupiah). Hasilnya? Dosen dan mahasiswa Ilmu Komputer UI (Faiq Miftakhul Falakh dan Lubby Masfar Muzetha), mahasiswi Teknik Industri UNDIP (Oriza Wahyu Utami), sejumlah mahasiswa/i dari STMIK YMI dan Poltek Harapan, serta siswa/i dari SMK Negeri 1 Adiwerna dan SMK Negeri 1 Slawi, turut membesarkan Potji.com. Semua berjumlah 23 peserta.

Ke depan Poros Ristek tidak sebatas masalah internal Potji.com. Dengan demikian ratusan mahasiswa/i dapat “mudik intelektual” dan masalah yang dipecahkan tidak hanya terkait internet marketing. Sebagai contoh, Poros Ristek bekerjasama dengan PPMD (yang dinahkodai duet Arif Maulana dan Hendri Lisdiantoro) segera akan menerima 5 mahasiswi UNNES untuk melakukan penelitian tentang Matematika Detik. Juga 1 mahasiswa UGM untuk melakukan penelitian biografi seorang tokoh Tegal.
Ekonomi atau industri kreatif adalah salah satu tema yang menarik. Kebetulan, pada 1 Oktober lalu, BEKraf (Badan Ekonomi Kreatif) dan Pemerintah Kabupaten Tegal telah menandatangani nota kesepahaman. (Ahmad Thoha Faz/pb)

Komentar
Tags:
About Author: panturabisnis