fbpx

Peluang Order di Masa Keder

“Terpaksa lima karyawan saya PHK. Di gudang, produk senilai sekitar 50 juta juga menumpuk. Rata-rata industri logam sedang lesu, Mas,” kata Mahmudin, ketua Koperasi RRT (Rakitan Rakyat Tegal) kepadapanturabisnis.com.

Penuturan pengusaha asal Desa Bengle, Kecamatan Talang, itu menegaskan hasil penelusuran panturabisnis.com ke sejumlah sentra industri logam, konfeksi dan sarung ATBM. Secara umum, industri sedang lesu. Khusus logaim, hanya sedikit perkecualian yaitu komponen kapal dan telekomunikasi.

Komponen kapal semakin moncer di era Jokowi yang menggemakan kekuatan maritim. Komponen telekomunikasi semakin moncer seiring zaman yang kental dengan teknologi telematika (telekomunikasi, media dan informatika).

PELUANG DARI INDUSTRI KOMPONEN KAPAL

“70 persen komponen kapal masih impor,” kata Amin Thoyib Musthofa, penyuluh perindustrian kepada 30 IKM di ruang pertemuan LIK Takaru, Jalan Raya Dampyak Km.4, Kabupaten Tegal. “Jadi, peluang industri komponen kapal sangat besar,” sambung pria berkacamata lulusan Teknik Mesin Universitas Diponegoro (UNDIP).

Animo Empu Gandring dari Tegal sangat besar. Kehadiran seratus persen. Sangat disayangkan hanya ada segelintir IKM yang memiliki sertifikat dari BKI. Yaitu CV Setiakawan, UD Logam Jaya dan UD Arta Mandiri. “Daya Radar Utama (DRU) sebagai perusahaan pembuatan kapal menghendaki IKM calon mitranya memiliki standard tinggi berkaitan dengan manajemen, produk dan bahan baku,” pungkas Amin. (pb)

 

Komentar
Spread the love

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *