fbpx

MoU dengan Bekraf harus Ditindaklanjuti Aksi Nyata

Peserta FGD foto bersama setelah acara selese. (foto irkham for panturabisnis.com)

SLAWI – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia melakukan penandatangani MoU (Nota Kesepahaman) dengan Pemkab Tegal tentang Pelaksanaan Pengembangan Program Ekonomi Kreatif. Penandatangan tersebut dirangkai dalam acara Focus Group Discussion dengan tema penguatan ekonomi kreatif di daerah dalam pengembangan subsektor perfilman di Hotel Grand Dian Slawi, Sabtu (1/10/2016). Anggota DPR RI dari Komisi X Abdul Fikri Faqih turut menyaksikan penandatangani MoU tersebut.

Saat memberi sambutan, Deputi Hubungan Antar Lembaga dan Wilayah Endah Wahyu Sulistianti menuturkan, Bekraf merupakan lembaga baru yang dibentuk oleh Pemerintah dengan tiga sasaran strategis. Yakni, meningkatkan domestik bruto, jumlah tenaga kerja, dan nilai ekspor ekonomi kreatif.

“Salah satu tahapan dalam mengupayakan kerjasama pengembangan ekonomi kreatif daerah dilakukan melalui tiga C, connect, collaborate, commerce, atau keterhubungan, kolaborasi dan komersialisasi semua pemangku kepentingan mulai dari tingkat lokal hingga nasional,” ujar Endah.

Terkait perfilman, Endah menuturkan, pengembangan subsektor perfilman memang menjadi prioritas pertama Bekraf. Karena, perfilman bisa mencakup subsektor lainnya seperti kuliner dan lainnya. Secara berurutan, subsektor prioritas Bekraf adalah Film, Applikasi, Musik, Rasa Indonesia, Fashion dan Kriya.

Bupati Tegal Enthus Susmono dalam kata sambutan yang dibacakan Asisten II Bidang Administrasi Pembangun Moh. Nur Ma’mun menegaskan bahwa Kabupaten Tegal cukup kaya dengan produk yang perlu sentuhan orang-orang kreatif. Dari hal packing, promosi hingga branding.

Sementara itu, Fikri Faqih juga menyampaikan, Tegal memiliki banyak potensi ekonomi kreatif yang perlu terus dikembangkan. Termasuk dalam perfilman. “Beberapa tokoh perfilman yang dikenal di tingkat nasional berasal dari Tegal, seperti Imam Tantomi dan Choirul Umam. Festival Film Tegal juga pernah digelar. Karena itu, setelah MoU ini, perlu dilanjutkan dengan langkah yang lebih konkret,” ujar Fikri.

Potensi – potensi ekonomi kreatif dan sarana pendukung yang telah ada juga disampaikan oleh kepada Disperindag Kab. Tegal Bambang S melalui Kabid Perdagangan Fani Dwiat Muhammad.

BUPATI HADIR DAN MENGUNDANG TAWA

Bupati ngobrol dengan penggiat film dari Tegal yang masih mudam-muda.

Diskusi pertama memasuki tanya jawab. Tak disangka, Bupati Enthus Susmono hadir dalam FGD. Bupati langsung dipersilahkan duduk di depan forum dan menyampaikan sambutan. Seperti biasanya, saat memberi sambutan, Bupati yang juga dikenal sebagai dalang selalu melemparkan lelucon. Namun intinya, Enthus tidak ingin MoU dengan Bekraf hanya sekedar seremoni FGD saja. Tetapi harus ditindaklanjuti dengan aksi nyata.

“Ini yang perlu dicatat. Tahun 2017, Pemkab akan membuat videotron yang menampilkan informasi publik. Bahan-bahan nanti difestivalkan!” ungkapnya.

Usai memberi sambutan, ia memberi hadiah wayang golek kepada Deputi Hubungan Antar Lembaga dan Wilayah Endah Wahyu Sulistianti. Gelak tawa peserta terdengar saat wayang itu seolah mencium pipi Endah yang disertai suara kecupan dari Enthus. (pb)

Komentar
Spread the love

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *