fbpx

LIK Takaru, Ikon Kabupaten Tegal yang Terlupakan

Kenal (calon) museum Semedo? Banyak orang Tegal tahu, meski tidak pernah ke sana. Sekarang, kenal LIK Takaru? Jauh lebih sedikit yang tahu, meski mereka berulangkali melewatinya. Apa yang salah?

Suatu hari, di bulan Agustus 2015, sejumlah mahasiswa KKN UNNES mendatangi di LIK Takaru, Jalan Pantura Km 4, Dampyak. Tentu saja mereka juga ke showroom (ruang pamer) produk industri kecil Kabupaten Tegal. Tiba-tiba satu di antara mereka bertanya serius, “Mas, ini museum apa?”

Museum? Yang lain mungkin juga terpikir begitu. Mengapa shoowrom dikenali sebagai museum?

Kabupaten Tegal memang sedang menjadi pusat perhatian Indonesia, bahkan dunia, karena museum. Tepatnya (calon) museum atau situs purbakala semedo. Selama beberapa tahun terakhir Semedo melejit. Pemberitaan media begitu gencar. Perhatian pemerintah tampak begitu besar. Kabupaten Tegal bakal memiliki objek wisata dan ikon baru: tulang-belulang yang terpajang di Semedo. Anak-anak sekolah dan mahasiswa bakal berduyun-duyuun mendatangi “Jurasic Park” Semedo untuk melihat masa lalu.

Bagaimana dengan LIK Takaru? Seharusnya LIK Takaru tidak kalah menarik daripada Semedo. Dengan tempat yang jauh strategis daripada Semedo, tepat di jalan raya paling ramai di Indonesia yaitu jalur Pantura, bisakah LIK Takaru menjadi lokomotif dan etalase Tegal Jepangnya Indonesia?

Komentar
Spread the love

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *