WONG Tegal sudah pasti tahu jajanan atau kue latopia atau laktopia atau latopnya. Ada yang tidak tahu? Kue khas Tegal ini berbahan dasar tepung terigu dan di dalamnya diisi dengan kacang hijau atau lainnya. Salah satu warga Kota Tegal yang memproduksi laptopia adalah Turipah, warga Bandung RT 06/02 Kecamatan Tegal Selatan.
“Kue ini seperti bakpia yang ada di Jogjakarta,” ujar Turipah saat ditemui di rumahnya sekaligus tempat produksi latopia.

Kemiripan latopia dengan bakpia itu baik dari segi isi maupun cara pembuatannya. Tetapi keduanya memiliki beberapa perbedaan, yaitu bentuk latopia lebih besar dibandingkan dengan bakpia. Selain itu rasa latopia lebih gurih dan renyah, karena latopia lebih kering dibandingkan dengan bakpia.

Bahan utama Latopia tepung terigu. Isinya bermacam-macam rasa, mulai dari rasa kacang ijo, coklat dan rasa buah-buahan lainnya. Proses pembuatan kue ini dibagi menjadi dua, pertama dengan membuat adoanan untuk kulit latopia. Yang kedua adonan untuk isinya. Setelah kedua adoanan dibuat kemudian dicampur menjadi satu yang dibentuk bulat dan kotak. Setelah adonan dibentuk barulah kue latopia dimasukan dalam oven agar kering selama kurang lebih 30 menit. Setelah matang dan dingin barulah kue latopia dijual.

“Kami memproduksi latopia dengan tiga isi, yakni kacang hijau, coklat dan buah-buahan. Yang paling laris isi kacang hijau. Untuk isi coklat dan buah-buahan untuk selingan,” kata Turipah.

Turipah mulai terjun mandiri usaha produksi latopia setelah menikah. Sejak 10 tahun yang lalu. Sebelum berumah tangga, ia belajar ke kakaknya yang sudah lebih dulu membuat usaha latopia. Setelah menikah, ia tidak hanya belajar membuat latopia tetapi juga memasarkan produksi milik kakaknya. Berbekal pengalaman memproduksi dan memasarkan, ia kemudian memproduksi sendiri.

“Pertama produksi hanya 4 kg atau 25 bungkus. Satu bungkus isi 10 latopia.”

Seiring berjalan waktu, usahanya makin meningkat. Bakul yang mengambil latopia untuk dijual di pasar dan toko makin bertambah. Hingga kini usaha yang diberi nama Maju Jaya mempunyai delapan bakul. Mereka menyebar laptopia produksi Maju Jaya ke Banjaran, Slawi hingga Brebes.

“Bakul bakul itu datang sendiri. Entah darimana informasinya,” kata Turipah.

Ia memang tidak secara khusus promosi. Mereka yang datang untuk membeli sepertinya mendapat informasi dari mulut ke mulut. Mungkin karena produksinya dikenal enak, hingga makin bertambah bakul yang datang. Beberapa kali ia difasilitasi oleh dinas terkait untuk belajar membuat latopia yang enak.
“Yang ngajari dari pengusaha latopia dari Paweden Tegal,” ujarnya.

Permintaan terus meningkat. Bahkan Turipah kuwalahan, meski sudah memiliki lima pekerja. Namun karena beberapa proses masih dilakukan manual, produksi tidak bisa cepat. Seperti dalam proses menghilangkan kulit kacang hijau dan membuat dodol kacang hijau untuk isi latopia. Ia coba mencari alat untuk proses itu, belum berhasil.
“Kalau permintaan dituruti, ora kesait,” kata dia.

Tentu saja ia ingin usahanya lebih besar lagi. Ia juga berencana menambah tenaga kerja agar semua permintaan bisa dipenuhi. Namun tempat usaha masih belum luas, sehingga belum memungkinkan untuk menambah tenaga kerja.

“Pelan-pelan. Daripada nanti kerepotan sendiri.” (*)

Data IKM

Nama : Turipah
Tempat/Tgl Lahir : Tegal/ 1 Januari 1971
Alamat : Kelurahan Bandung RT 06 RW 02 Kecamatan Tegal Selatan Kota Tegal
No HP : 085842856176
Bidang Usaha : Maju Jaya Latopia

Komentar

Anda perlu tahu info lainnya tentang:

  • LAKTOPIA TEGAL
Tags:
About Author: panturabisnis