SEMPAT melanglang ke Malaysia, Muhtadi, pemuda lulusan dan SMIK N 2 Adiwerna akhirnya mendirikan usaha seni dan teknik logam dengan nama Kria Logam Putra Mandiri di desanya. Desa Gembong Kulon RT 07 RW 03 Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal.

Kecintaannya terhadap seni dan teknik logam itu sejak menuntut ilmu di SMIK N 2 Adiwerna. Ia mengambil jurusan teknik mesin khusus kria logam. Selepas lulus sekolah, ia sempet mengikuti SPG (pendidikan sistem ganda) di Jogjakarta selama 6 bulan pada tahun 1999. Dilanjut bekerja di Malaysia. Kerja pada bidang pembuatan kapal (khususnya di teknik kapal).

Dengan ilmu dan semangat yang dimiliki menjalankan usaha Kria Logam Putra Mandiri, Muhtadi membuat berbagai inovasi. Seperti membuat mesin pembuat tempe, mesin luluh bata, mesin pemocel jagung, mesin tusuk sate dll.

Tidak hanya membuat alat mesin, Mutadi pun mengaplikasikan kerajinan seperti panel/panel patung dengan bahan logam, etching (pengikisan logam), membuat atribut sekolah dan kantor seperti bros, wings, pin, papan nama/name tag dan banyak karya lainnya.

Proses rekayasa teknik tersebut tidak membutuhkan waktu lama. Bahan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan produksi sesuai pesanan pun gampang dicari di daerah Tegal atau luar kota. Mesin-mesin yang dibuat bisa membantu para pengusaha dalam mempercepat produksi sesuai usahanya. Harga kerajinan dan mesin pun masih terjangkau di kalangan konsumen.

Kria Logam Putra Mandiri yang sudah berjalan tahunan bisa memperdayakan masyarakat di lingkungannya.

Tegal yang terkenal dengan jepangnya indonesia, Muhtadi salah satu yang multitalenta. Apa pun pesanan  konsumen, bisa ia kerjakan.

“Tapi yang berbentuk kerjinan dan mesin,” ujar Muhtadi.
Ia memang memilih mengembangkan kerajinan dan mesin  untuk memenuhi permintaan konsumen.   Saat ini, Muhtadi ingin mengajarkan keahliannya secara gratis.

“Asalkan yang mau belajar mempunyai kartu anggota Karang Taruna.” (*)

 

Komentar

Anda perlu tahu info lainnya tentang:

  • jepangnya indonesia
Tags:
About Author: panturabisnis