KARNAVAL HUT RI ke-73 bisa menjadi moment menujukkan kreativitas karya seni. Seperti karnaval HUT RI di Kecamatan Bojong.  Patung WR Soepratman setinggi 3,25 meter, lengkap dengan biolanya, diarak menggunakan mobil pikap.

Siapa kreatornya? Tidak lain, Kardono, seorang perupa dari desa Buniwah Kecamatan bojong. “Awalnya saya, Firdaus, Erwin, dan Adi ngobrol di rumah saya sambil ngopi bareng. Ya kebetulan rumah saya dijadikan tempat diskusi santai,” ungkap Kardono saat ditemui panturabisnis.com kemarin.

Dari diskusi santai itu, tercetus membuat patung WR Seopratman sang pencipta lagu Indonesia Raya untuk ditampilkan dalam festival HUT RI.

Kardono bersama Firdaus, Erwin dan Adi  pun mempersiapkan alat dan bahan. Antara lain, bambu, kertas semen, karpet bekas, stereoform, lem konpon, kawat bandrat dan lain-lain.

Patung WR Soepratman setinggi 3,25  meter ini rencana awalnya hanya setengan badan. Namun lalu disepakati membuat patung WR Soepratman secara utuh dengan memainkan biola.

Erwin menuturkan, ia membuat biola dan sketsa wajah. Firdaus mewarnai wajah. Kardono mulai dari nol sampai finishing. Untuk dana pembuatan patung WR Soepratman, Kardono cs mengamen angklung ke desa-desa.

Kreativitas seni patung WR Soepratman bukan kali yang pertama. Kardono pernah membuat seni patung Gajah Mada, Ular Naga, Ogoh-Ogoh dan Anoman.

“Ini karya kelima saya sebagai pematung,” katanya.

Sejak masih SD, Kardono sudah menyenangi seni gambar. Setiap bermain selalu membawa kertas untuk menggambar. Kini ia spesialis pembuat patung-patung bernilai patriotisme. Bahkan, patung Gajah Mada yang dipamerkan dalam karnaval HUT RI tahun lalu disimpan di monumen kabupaten.

“Saya menerima pesanan dari luar desa untuk pembuatan seni patung. Seni patung apa pun. Yang penting ada contoh gambarnya. Untuk masalah harga pembuatan patung, bisa nego di tempat atau datang langsung aja ke desa Buniwah,” ujarnya.

Seniman otodidak ini mempunyai keinginan membangun sanggar seni di desanya. Agar anak-anak muda bisa berkreasi dan berkarya sesuai kealiannya.

PATUNG BURUNG GARUDA

Sementara anak-anak muda dari Desa Gunung Jati Kecamatan Bojong mengusung patung burung Garuda dalam karnaval HUT RI. Mereka adalah Agus, Asrul Maaji, Rizal, Akil Zindan Magrubhi, Umar Tuheri, Fathul, Zakaria, Dwi Ari Musthopa, Reza, dan Abdul.

Anggota Karang Taruna Desa Gunung Jati itu gotong royong membuat patung burung Garuda.
Agus penggiat seni patung mencetuskan ide membuat patung burung garuda. Ini kali kedua ia membuat patung tersebut. “Awalnya hanya ikut berpartisipasi dalam kegiatan hari besar. Namun sekarang berkat keterampilan itu, saya bisa membuat seni patung burung Garuda dalam rangka HUT RI ke-73.”

Agus membuat seni burung garuda ini agar pemuda-pemudi lebih menghargai dan mencintai lambang negara Indonesia. Menjujung tinggi dan bangga untuk Bhineka Tunggal Ika.

Proses pembuatan seni burung Garuda memakan waktu 7 hari. Bahan yang harus diperlukan kayu, bambu, kawat, lem fox, kardus, karung goni, paku, dan daun simbar yang dari pepohonan yang mudah didapat di desa Gunung Jati dan akar pohon kayu yang sudah ditambang untuk membentuk pelatuk burung garuda, serta cat cair/pilok warna emas. (bentar)

 

Komentar
Tags:
About Author: panturabisnis