Mudik sudah menjadi tradisi tahunan saat menjelang lebaran. Akses jalan yang lancar sudah pasti menjadi dambaan pemudik. Karena, tidak ada satupun yang ingin bersusah payah di jalan saat pulang kampung. Pembangunan Jalan Tol Pantura, termasuk jalan tol Tegal-Pemalang, yang kini sedang dilangsungkan pun diharapkan bisa kelar. Atau, paling tidak bisa digunakan untuk mudik.

Dimulai dari Tol Brebes Timur

Bagaimana kondisi pembangunan tol Tegal – Pemalang saat ini (Sabtu, 3 Juni 2017)? Ketua grub facebook SLKT (Sisi Lain Kabupaten Tegal) Wildan Hermawan, Sabtu (3/6/2017)  berkesempatan menelusuri dari jalan tol Brebes Timur sampai pintu keluar tol sementara Ujungrusi.
“Mumpung libur,” ujarnya seperti yang diposting dalam grub SLKT.
Waktu masih pagi. Tidak ada aktifitas dan lalu lalang pekerja di tol Brebes Timur. Setelah meminta ijin kepada pekerja jalan tol Tegal-Pemalang yang ada, Wildan mulai menelusuri jalan tol Tegal – Pemalang.
“Masih pagi dan tidk ada aktifitas pekerja. Jadi kehadiran saya tidak mengganggu.”
Dari pantauannya, di awal masuk jalur tol Brebes-Pemalang, sedang dipersiapkan pintu keluar sementara. Beberapa pekerja sedang menggarap pintu tersebut. Kemungkinan besar akan digunakan menjadi pintu masuk sementara tol jalur Brebes – Pemalang.

Rumah di Tengah Tol

Saat melintasi jalan tol di Desa Sidakaton Kecamatan Dukuhturi Kab. Tegal, Wildan melihat rumah yang berada di tengah jalan tol sudah dibongkar. Seperti dilansir beberapa media online, selama berbulan-bulan rumah tersebut tetap berdiri, meski sudah ditinggal pemiliknya. Sementara itu proyek pembangunan jalan tol Tegal-Pemalang di sekitar tempat itu jalan terus. Rumah tersebut milik H. Sanawi juragan warteg yang telah ditempati lebih dari 50 tahun lamanya.
“Sekilas saya lihat sudah dibongkar.”

Kecepatan Kendaraan Rendah

Setelah STA 294-245 Box Pedistrian Lumingser, Wildan melihat ada persiapan pembangunan rest area sementara. Sebelum pintu keluar sementara Ujungrusi, beberapa pekerja tol sedang membuat bangunan semi permanen sebagai tempat istirahat. Jaringan listrik sedang dipersiapkan, tapi belum nampak adanya SPBU sementara di situ.
Wildan terus melanjutkan perjalanan. Ia tidak berani melajukan kendaraan dengan cepat. Karena, jalur tersebut bukan jalur permanen. Hanya jalur sementara. Apalagi ia jumpai ada betonan yang terlihat amblas dan retak.
“Kalau lewat jalur ini, saya sarankan kecepatan max 20-40/km perjam saja.”
Menuju pintu tol sementara Ujungrusi Adiwerna, ada papan petunjuk keluar 1 KM sebelum pintu keluar. Dan tidak nampak persiapan pembuatan pos penarikan restribusi di jalan tol Tegal – Pemalang.

“Survai hanya sampai ke pintu keluar sementara Ujungrusi saja, karena jembatan ke arah timur sedang dalam pengerjaan. Mudah mudahan menjelang H-10 lebaran sudah siap dilalui.”

Dari penelusuran ini, Wildan memberikan perhatian bahwa proyek jalan tol Tegal-Pemalang  bukan tempat untuk bermain atau foto selfi, karena sangat berbahaya. “Kalau mau coba ke sini, ijin terlebih dahulu kepada pekerja atau petugas yang ada.” (*)

Komentar
Tags:
About Author: panturabisnis