fbpx

Ketika Hati Slawi Ayu Terasa Digetarkan….

“Ayo, Bang Udin, baca puisi,” tantangku, kepada pekerja jalanan yang kerap aku temui di warung koran. Yang sekaligus warung kopi di Jalan Prof Moh Yamin Slawi.

Meski awalnya agak canggung, Bang Udin mau tampil juga.”Semesta…,” demikian Bang Udin memecah kecanggungannya. “Aku rasa semesta akan perlahan memberikan jawaban akan teka-tekinya selama ini,” demikian lelaki murah senyum itu mengakhiri bacaan puisi. Tampak ada perasaan bahagia dan lega.

Sebagai audiens, aku, Babeh Udin si pemilik warung dan Mas Eko, pekerja jalanan lainnya, memberi tepuk tangan meriah.
“Bagaimana kalau kita adakan lomba puisi khusus pekerja jalanan, khusus bukan peminat sastra?”

Mas Eko dan Bang Udin menyambut antusias. Sementara Babeh Udin senyum geli meski akhirnya kami paksa untuk setuju.

 

Puisi Melembutkan Hati

Sebenarnya tadi aku sedang berencana ke lokasi kegiatan HMI level nasional di Gedung YAUMI. Ketika mampir sejenak di warung kopi terperciklah ide yang bagiku keren itu. Apalagi puisi yang baik adalah melembutkan hati dan membahagiakan diri… seketika itu juga.

Sesampai di kawasan Gedung YAUMI, tiba-tiba muncul Eva menyambutku. Darinya aku tahu bahwa peserta berasal dari 14 daerah, termasuk dari Palu, Samarinda dan Sumenep.

Besok (Kamis, 2/2/2017) aku akan menjadi pemateri berjudul OPTIMALISASI KECERDASAN SPIRITUAL, EMOSIONAL & INTELEKTUAL. Seperti kita tahu, al-Qur’an terbukti terus dan akan terus menggetarkan dan memuaskan dahaga spiritual-emosional-intelektual sekaligus. Karena itu pada acara besok acara dibagi ke dalam dua segmen, dan setiap segmen dibuka dengan karya sastra. Pertama, puisi berjudul SEMESTA karya Oriza Wahyu Utami. Kedua, TITIK BA, SETELAH SATU DEKADE BERLALU yang di dalamnya ada pembukaan resensi Titik Ba yang memesona karya Mugniar Marakarma. Seorang ibu rumah tangga dari Makassar yang sukses blogger ternama dari Sulawesi Selatan.

Ternyata kembali ke kantor di Sekretariat Potji.com, sejumlah pejabat baru saja rapat untuk meramaikan TRASA (Taman Rakyat Slawi Ayu). Antara lain dan yang terpenting adalah akan segera hadirnya studio musik.
Sebuah resonansi luar biasa. Sastra, musik dan yang telah berjalan: film. Bersama Matematika Detik insya Allah ekonomi kreatif Tegal akan segera bangkit. (ahmad thoha faz)

Komentar
Spread the love

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *