fbpx

Kemensos Luncurkan e-Warong di Kota Tegal

TEGAL – Kementerian Sosial (Kemensos) meluncurkan dua e-Warong (warung gotong royong) Kelompok Usaha Bersama bagi warga penerima bantuan raskin dan program keluarga harapan (PKH) di Kota Tegal, Sabtu (29/10).

Peluncuran e-Warong dilakukan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Penanggulangan Kemiskinan di Kelurahan Mintaragen Kecamatan Tegal Timur‎, dan Kelurahan Tunon, Kecamatan Margadana, didampingi pimpinan Bulog, BNI, dan pejabat Pemkot Tegal.
Direktur Penanganan Kemiskinan Perkotaan Direktorat Penanggulangan Kemiskinan Kemensos Mumung Suherman mengatakan, peluncuran e-Warong merupakan upaya Kemensos dalam pengentasan kemiskinan melalui sinergi dengan Bulog dan BNI. “Terutama pengentasan fakir miskin yang ada di Kota Tegal,” kata Mumung di sela-sela peluncuran yang digelar di Gedung Arofah, Kota Tegal.

Peluncuran e-Warong agar warga penerima bantuan raskin dan PKH bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan melakukan transaksi non tunai menggunakan kartu keluarga sejahtera (KKS). Kartu khusus tersebut juga bisa digunakan untuk mencairkan bantuan yang disalurkan Kemensos tidak hanya di kantor pos, tetapi bisa juga di e-Warong atau jaringan ATM milik BNI.

“Jadi penerima tidak harus ke kantor pos atau bank untuk mencairkan bantuan. Bisa ke e-Warong atau ATM BNI. Pemilik kartu juga melakukan transaksi non tunai di e-Warong. Di e-Warong Bulog akan memasok komoditas kebutuhan pokok dengan kualitas baik dan harga yang lebih murah,” jelas Mumung.

‎Mumung menyebut jumlah warga peserta PKH di Kota Tegal pada tahun ini mencapai 4.445 kepala keluarga (KK). Sedangkan jumlah warga penerima beras miskin (raskin) mencapai 11.029 KK.

Dirjen Penanggulangan Kemiskinan Kemensos Andi ZA Dulung mengatakan, ‎e-Warong akan memudahkan masyarakat penerima bantuan sosial PKH yang selama ini hanya bisa mencairkan bantuan melalui kantor pos.

“Ini lompatan dan membuka akses masyarakat ke bank. Mulai hari ini keluarga penerima manfaat bisa mengelola sendiri bantuan yang diterima dan diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan mereka,” kata Andi.

Diakui Andi jumlah e-Warong yang diluncurkan masih kurang mengingat banyaknya warga penerima bantuan PKH dan luas wilayah Kota Tegal terdiri dari 4 kecamatan. Untuk itu, dia meminta Pemkot Tegal untuk segera mengurus proses pengajuan penambahan ke Kemensos agar jumlah e-Warong bisa segera bertambah dan tersebar merata di semua kecamatan. “‎Sekarang memang baru ada dua. Nanti harus ditambah lagi. Paling tidak di Kota Tegal harus ada 8 e-Warong,” tandasnya.

CEO BNI Kantor Wilayah Semarang Eben Eser Nainggolan mengatakan, warga penerima bantuan akan mendapat‎ KKS yang sudah diperbaharui BNI. Kartu ini memiliki sejumlah fitur layanan di antaranya untuk mencairkan bantuan, menabung serta transaksi di e-Warong dan ATM.

“Ini sesuai arahan Presiden Jokowi agar penyaluran bantuan menggunakan non tunai yang diientegrasikan dengan bank melalui satu kartu. Langsung ke rekening penerima. Sehingga dapat efektif, efisien, tepat jumlah dan tepat sasaran,” terangnya. (pb)

Komentar
Spread the love

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *