BEBERAPA kaos warna hitam dengan gambar di bagian depan tergantung di sudut ruangan. Tidak banyak warna dalam gambar, tetapi goresannya begitu kuat, khas aliran rock. Sementara seorang lelaki muda tengah konsentrasi menggambar dengan laptop. Gambar seekor anjing yang berada di atas kepala manusia yang sudah menjadi tengkorak.

“Arsirannya diperkuat,” ujar lelaki di sampingnya.

 

Tuangkan Kreativitas

 

Dialah Iqbalul Kaokabbudin, yang sedang mengarahkan pemuda yang belum lama bergabung dengannya. Iqbal memberi kesempatan pemuda yang hobi menggambar itu untuk menuangkan kreativitasnya.

“Kamu nanti akan merasakan kepuasan tersendiri kalau gambar ini sudah menjadi kaos. Apalagi kaos itu dipakai konsumen,” ujar Iqbal.

Ini bukan kali pertama, Iqbal merekrut pemuda lulusan SMA untuk bergabung. Sudah tidak hitungan pemuda yang ikut dengannya. Sudah tidak hitungan pula karya mereka menjadi gambar kaos yang diberi brand “Geger.” Tidak hanya dalam hal menggambar, kalau ada pemuda yang siap ikut meyablon atau menjahit, Iqbal pun memberi kesempatan.

“Udah banyak yang bergabung. Yang sudah bisa, ada juga yang mendirikan usaha sendiri.”

Semula Kaos Tegalan

Iqbal menekuni dunia sablon kaos sejak masih merantau di Jakarta. Tahun 2012, ia kembali ke Tegal dan membuat kaos bernama Geger. Tema kaos yang disuguhkan adalah Tegalan. Karena maraknya kaos Tegalan pada masa itu, tahun 2015, Iqbal mengubah style kaos menjadi style musik rock.

“Gambar kaos yang disuguhkan gambar-gambar keras khas rock.”

Beda style tentu beda pangsa pasar. Dengan style musik rock, Geger membidik pangsa pasar pemuda yang demen musik cadas. Dan, rupanya Geger bisa diterima dengan baik oleh mereka. Apalagi bahan kaos yang dipergunakan bahan yang berkualitas.

“Anak-anak sekarang sudah tahu bahan yang berkualitas. Harga tidak masalah,” kata Iqbal.

Untuk pemasaran kaos Geger, Iqbal sudah memanfaatkan media sosial, baik facebook maupun instagram. Saat ada event musik, Iqbal juga turut meramaikannya dengan mendirikan stand.

“Harga kaos Rp 120 ribu per pcs.” (pb)

Komentar
Tags:
About Author: panturabisnis