fbpx

Jelang Festival Film Tegal, Sineas Muda Daerah Berlatih Membuat Film


“Kameraa!!”

Terdenger suara sutradara yang kemudian disusul suara salah satu kru, “sence 1, shot 1, take 1!”
Beberapa kamera dan peralatan shoting lainnya sudah siap.

“Action!!”

Suara sutradara terdengar kembali. Sang pemeran istri, yang duduk di dalam sebuah restoran, mulai berbicara saat pemeran suami datang dan duduk di depannya. Sepiring nasi lengkap dengan lauk pauk sudah siap disantap. Kedua tangan istri memegang sendok dan garpu.

Itulah sekilas gambaran praktik pembuatan film iklan layanan masyarakat dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajeman Penyelenggaraan Festival Film yang digelar selama tiga hari, dari hari Jumat (25/11/2016) hingga Minggu (27/11/2016), di Grand Dian Hotel, Slawi. Kegiatan tersebut digelar oleh Badan ekonomi kreatif (Bekraf) bekerja sama dengan Pemerintahan Kabupaten tegal dan didukung oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fikri Faqih.

Ada empat grup peserta dalam praktik pembuatan film tersebut yang dilaksanakan pada hari kedua Bimtek. Pada hari pertama, peserta bimtek, yang terdiri dari pelajar dan komunitas film, mendapat teori membuat sinopsis dan skenario dari pembicara yakni Heru S Sudjarwo, sang sutradara papan atas yang dimiliki Indonesia dan Ang Jasman, seorang penyair dan sineas. Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Heru S Sudjarwo

Peserta yang berjumlah sekitar 40 sineas muda ini bukan hanya datang dari Tegal, tetapi juga berasal dari beberapa daerah lain seperti Brebes, Kebumen, Purbalingga, Purwokerto dan Semarang. Dalam diskusi, Heru S Sudjarwo berharap Tegal bisa membuat semacam pusat pengembangan film yang di dalamnya memiliki studio film tersendiri dan simpanan referensi film dari karya para sineas Tegal.

“Film yang dibuat bisa berisi tentang kekayaan alam tegal, pembuatan produk seperti teh atau tahu aci,“ ungkap Heru.

“Kalian bisa mengeksplor apa saja, tapi yang kami sampaikan adalah pakem atau grammer dalam pembuatan film,“ kata Ang Jasman.

Ang Jasman

Setelah praktik pembuatan film layanan masyarakat, pada hari ketiga, hasil karya peserta ditayangkan dan dievaluasi oleh mentor. Dari lima karya yang dihasilkan, Bekraf memberikan apresiasi khusus untuk karya mereka. Tentu saja apresiasi tersebut untuk membangkitkan semangat para sineis muda untuk membuat film yang lebih berkualitas dan mampu bersaing dengan film produksi lainnya.

Wakil Bupati Hj. Umi Azizah dalam kata penutup acara Bimtek merasa optimis bahwa kegiatan Bekraf yang bekerja sama dengan Pemkab Tegal akan menghasilkan kreatifitas yang berguna bagi pembangunan.
Kegiatan Bimtek ini menjadi satu rangkaian kegiatan yang pernah digelar sebelumnya, yakni Focus Group Discussion (FGD) “Penguatan Ekonomi Kreatif di Daerah dalam Pengembangan Subsektor Perfilman”, pada bulan Oktober lalu. Pada saat itu ditandatangani MoU antara Bekraf dengan Pemkab Tegal. (pb)

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fikri Faqih saat memberikan sambutan.

 

Komentar
Spread the love

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *