fbpx

Jaga Kualitas Kacang Bogares Ceria

Kacang Bogares. Siapa yang masih asing dengan kacang asal desa Bogares Kabupaten Tegal itu? Kacang yang rasanya gurih dan renyah tersebut biasanya menjadi camilan atau oleh-oleh sanak famili. Dengan mengusung brand “Ceria”, salah seorang pengusaha kacang bogares, Warmo, dalam satu minggu mampu memproduksi jajanan kacang bogares kurang lebih 9 kwintal.

“Yang penting kita bisa menjaga mutu agar pembeli tidak kecewa. Dan, pembeli makin banyak,” tutur Warmo saat ditemui panturabisnis.com di rumahnya di Trayeman, Rabu tanggal 25 Maret 2015.

Karena itu, Warmo begitu memperhatikan quality control. Salah satunya dalam hal pencucian pasir. Bahkan ia sedang mencari mesin yang bisa digunakan untuk mencuci pasir. Harapannya, dengan mesin itu, pencucian pasir makin mudah dan lebih bagus dibanding dengan manual.

“Pencucian pasir ini berpengaruh juga terhadap kualitas produksi,” ujar dia.

Selain masalah mesin pencucian pasir, ia sedang mencoba penggunaan kompor gas dalam mensangrai kacang. Selama ini menggunakan kayu bakar.

“Pakai kayu bakar makan tempat dan kotor. Saya sedang mencoba pake kompor gas.”

Tapi mengubah dari kayu bakar ke kompor gas tidak gampang. Pekerjanya yang sudah terbiasa dengan kayu bakar tidak mau begitu saja menggunakan kompor gas. Mereka khawatir kualitas produknya berbeda.

“Akhirnya saya praktik langsung dan hasilnya tidak berbeda.”

Warmo memang benar-benar memperhatikan kualitas. Ini dari pengalaman ia sendiri saat menjadi sales kacang, sebelum akhirnya memproduksi. Konsumen seringkali kecewa dengan kualitas kacang yang ia jual. Beberapa kali laporan. Tapi tidak ada perubahan kualitas. Akhirnya Warmo memproduksi kacang sendiri sampai sekarang. Kini ia telah memiliki puluhan sales freelance yang memasarkan produknya ke beberapa daerah.

Setidaknya ada dua kemasan produk kacang Ceria. Yakni, kemasan dus, kemasan plastik. Ia juga sedang mencoba kemasan kecil yang dijual seharga seribuan. Sementara untuk membesarkan brand Ceria, Warmo juga aktif menggunakan media sosial. (pb)

Komentar
Spread the love

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *