PARA keluarga penerima manfaat ( KPM ), Program Keluarga Harapan (PKH) diminta harus mulai bergerak menjadi masyarakat mandiri. Dengan demikian, para KPM PKH tidak selamanya menjadi kelompok masyarakat yang selalu menerima bantuan dari pemerintah.

Masyarakat harus bisa merintis usaha dengan kemampuan masing-masing dan menonjolkan ketrampilan masing masing. Kalau kata bahasa gaul sekarang “Lah wong sudah difasilitasi, bantuan dah ada, pelatihan dah ada, bantuan pun dengan berjenjang terus, tinggal maunya! Mau berkarya ga?”

Kadang yang menghambat dalam pengembangan keterampilan dan minat usaha mandiri adalah kemauan yang kurang.

Beda dengan Siti Aisyah Nuraeni, salah satu anggota Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program keluarga Harapan (PKH) dari tahun 2015 sampai sekarang.

Sebelum menjadi anggota PKM PKH, Iis – nama panggilannya – bikin usaha peyek (makanan ringan) dengan modal awal sekitar Rp. 50.000. Usaha makanan ringan peyek kurang berkembang. Ia memberanikan diri membuat peyek kacang.

“Pertama hasilnya gagal,” tuturnya.

Dengan keinginan yang kuat, Iis pun mencoba  lagi. Akhirnya ia bisa membuat peyek. Dan dijual di setiap tokot-toko di sekitar pasar dan lingkungannya.

Setelah menjadi anggota penerima PKH, Iis  aktip di koperasi “Anggrek Jaya” yang tidak jauh dari rumahnya. Dengan aktip di koperasi dan penerima PKH kini Iis mempunyai usaha “Iis Snack”.

Produksi Kue Basah

Iis Snack memproduksi kue basah, di antaranya martabak, risoles, bolu kukus vanila, caramel, carabikang dan banyak lainnya. Dalam penjualan “Iis snack,” sang suami, M. Saepuloh, bertugas menjual di pasar klutuk Pangkah.

Tak hanya di jual di pasar, Iis Snack pun suka mendapat pesanan dari luar. “Saya merasa seneng bisa jadi Penerima PKH dan ikut aktip koperasi. Usaha yang saya jalani bisa berjalan lancar,” ujarnya.

Bahan yang

dibuat untuk kue “Iis snack” antara lain terigu. Gula pasir, telor, tepung, mentega, tepung ketan, tepung beras, tapioka,  dan banyak lainya tergantung pesanan konsumen.

Iis pun pernah belajar tentang pengemasan produk makanan yang digelar dinas koperasi selama tiga hari.  Kini “iis snack” bisa dijumpai di pasar  klutuk Pangkah setiap hari.

Usaha kue basah memang banyak saingan, tapi Iis siap bersaing. Kue yang ia buat beda dari yang lain. (bentar)

“Saya utamakan kualitas rasa dan kemasan kue yang bikin orang kangen dengan kue saya. Harganya pun masih sangat murah,” ungkapnya. (bentar)

Komentar
Spread the love
Tags:
About Author: panturabisnis