GULUNGAN pita warna-warni di tangan Krisetianingsih menjadi bunga-bunga yang indah. Ibu yang tinggal di Jalan Ababil No 47 Randugunting Kota Tegal itu memang piawi membuat sulam pita. Tentu butuh ketelatenan dan kejelian padu padan warna dalam menyulam tersebut.

“Iya memang harus telaten,” ujarnya saat ditemui di rumahnya.

Produk Sulam Pita

Beberapa produk sulam pita ia tunjukkan. Ada sulam pita di baju, kerudung, sarung bantal, sandal, dompet dan hiasan dinding dan lainnya. Sudah banyak produk yang telah dihasilkan, sejak ia mulai menekuni kerajinan sulam pita.

“Saya mulai menyulam 12 tahun yang lalu,” ungkap dia.

 

Otodidak

Ketrampilan menyulam diperoleh secara otodidak. Karena sebelumnya, ia adalah penjahit baju. Semula permintaan sulam dilempar kepada pengrajin yang sudah biasa menyulam. Namun karena konsumen ingin sekalian satu orang dalam membuat baju, akhirnya ia pun belajar menyulam. Bahan baku untuk menyulam tidak sulit didapat. Di Kota Tegal, ada yang menjual. Namun Ibu Kris lebih senang belanja di Semarang, karena lebih lengkap.

“Tidak sengaja belanja ke Semarang, tetapi kalau tengok anak, bisa sekalian belanja. Kadang Semarang , kadang juga di Jogjakarta,” ujar dia.

Kurang Tenaga Kerja

Untuk memenuhi keinginan konsumen, ia dibantu oleh tujuh orang.  Namun saat ini jumlah berkurang karena tenaga kerja yang kebanyakan wanita berhenti setelah menikah. Ia berusaha mencari pengganti tetapi masih mengalami kesulitan.

“Jarang yang telaten menyulam.”

Ibu Kris yang juga mengajar di LKP sudah sering menghimbau siswa, apabila ada siswa yang ingin berkarya bersamanya. Namun ternyata belum ada yang berminat.

Untuk pemasaran, Ibu Kris menyatakan tidak ada toko khusus untuk menjual produknya, hanya dipajang di rumahnya yang memang terletak di pinggir jalan. Pembeli datang karena mendengar dari mulut ke mulut. Termasuk informasi dari pameran yang beberapa kali Ibu Kris ikuti.

“Kita sering diminta mengisi pameran yang digelar pemerintah kota Tegal.

 

 

 

 

 

 

Komentar
Tags:
About Author: panturabisnis