fbpx

Gugatan Tidak Diterima, PU Gagal Ganjar CV Floor

Pengacara CV Floor Toipin SH

SLAWI – Upaya Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Tegal selaku Penggugat I dan Pejabat Pembuat Komitmen Kegiatan Penataan Lingkungan Permukiman (Penggugat II) mengganjar CV Floor sebagai Tergugat tidak membuahkan hasil. Pasalnya, dalam sidang putusan Pengadilan Negeri Kabupaten Tegal, Rabu (29/6), majelis hakim yang dipimpin Siti Hamidah SH MH dengan anggota Rizqa Yunia SH dan Dewi Sulistiarini SH memutuskan gugatan para penggugat tidak diterima. Majelis Hakim malah mengganjar penggugat untuk membayar biaya perkara sebesar Rp 1.856.000.

 

Perlu diketahui, awal gugatan tersebut dipicu oleh somasi Direktur CV Floor Redyes Dwihandoko kepada pemkab setempat, dalam hal ini PU, karena pekerjaannya belum dibayar sama sekali. Somasi tersebut ternyata dibalas dengan gugatan PU kepada CV tersebut yang dilayangkan ke PN Kab. Tegal. Upaya mediasi yang diberikan PN Kab. Tegal gagal hingga sidang gugatan dilanjutkan.

 

Dalam gugatannya, seperti yang tercantum dalam sipp.pn-slawi.go.id, Penggugat menyatakan Tergugat yakni CV Floor telah melakukan perbuatan wanprestasi dalam Pekerjaan Konstruksi Kegiatan Penataan Lingkungan Permukiman di Kecamatan Slawi, Pangkah, Kedungbanteng dan Jatinegara, pekerjaan Pembangunan Saluran Drainase Perkotaan Slawi Tahun Anggaran 2015 Nomor : 050/46.1/SP/Slawi/PEN.SPKJ.CK/IX/2015 tanggal 21 September 2015. Karena itu, Penggugat meminta majelis hakim menghukum tergugat untuk menerima pembayaran sebesar 45 % dari nilai kontrak atau sebesar 45 % x Rp. 408.673.000. (Empat ratus delapan juta enam ratus tujuh puluh tiga ribu rupiah) = Rp. 183.902.850 (Seratus delapan puluh tiga juta Sembilan ratus dua ribu delapan ratus lima puluh rupiah) atas pekerjaan Tergugat yang diterima oleh PPHP.

Tidak hanya itu, juga menghukum Tergugat untuk melakukan pemeliharaan terhadap pekerjaan yang terbayarkan oleh Penggugat I, menghukum Tergugat untuk mengembalikan pada keadaan semula (titik nol) terhadap lokasi pekerjaan yang digunakan untuk pelaksanaan satuan pekerjaan yang tidak dapat diterima oleh PPHP dan pekerjaan yang tidak dapat terbayar sesuai dengan kontrak dari lokasi pekerjaan.

Juga menghukum Tergugat untuk membayar ganti rugi kepada Penggugat I dan Penggugat II melalui Kas Daerah Kabupaten Tegal dengan rincian: Kerugian Materiil, pertama sebesar 1,99 % atau sebesar Rp. 8.132.592,- (Delapan juta seratus tiga puluh dua ribu lima ratus sembilan puluh dua rupiah) per tahunnya akibat asumsi inflansi pekejaan Tergugat yang tidak dapat diterima oleh PPHP. kedua, sebesar Rp. 3.128.391,81,- (Tiga juta seratus dua puluh delapan ribu tiga ratus Sembilan puluh satu rupiah delapan puluh satu sen) per tahunnya akibat asumsi inflasi pekerjaan Tergugat yang tidak dapat terbayar. Dan, Kerugian Immateriil, yakni Kerugian immaterial bagi Penggugat I dan Penggugat II dengan terbuangnya waktu, tenaga dan pikiran untuk menyelesaikan permasalahan ini serta dengan terhambatnya pelaksanaan fungsi Negara untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang penataan lingkungan permukiman khususnya penataan lingkungan permukiman di wilayah Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal masing-masing sebesar Rp. 10.000.000.000. (sepuluh miliar rupiah).

Setelah memanggil beberapa saksi, baik dari pihak penggugat maupun tergugat, majelis hakim akhirnya memutuskan bahwa gugatan para penggugat tidak diterima.  Dan, menghukum penggugat untuk membayar biaya perkara sebesar Rp 1.856.000. Majelis hakim juga tidak menerima gugatan rekonvensi yang dilayangkan Tergugat.
Atas putusan tersebut, pengacara penggugat Irfan SH kepada awak media saat bertemu usai sidang menyatakan pikir-pikir dulu.
Sementara itu, pengacara Tergugat Toipin SH merasa lega dengan putusan tersebut, meski gugatan rekonvensi juga tidak diterima majelis hakim.

“Dengan putusan tersebut, kita pikirkan kembali langkah selanjutnya agar CV Floor mendapatkan pembayaran pekerjaan yang seharusnya.  Sudah seharusnya pekerjaan yang sudah selasai harus dibayar!” tegas Toipin. (pb)

Komentar
Spread the love

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *