fbpx

Gerakan Melek Internet Marketing (4)

DUNIA NYATA LEBIH PENTING DARIPADA DUNIA PEWAYANGAN

 

potji4Dunia maya (internet) dan dunia pewayangan keduanya penting. Namun, dunia nyata tetap jauh lebih penting.

Pembuatan jejaring kerja hingga ke pelosok desa segera dimulai. 18 amplop tebal berisi brosur dan sticker potji.com telah dikirim ke 18 camat di Kabupaten Tegal. Berikutnya dari kecamatan tersebar ke 287 desa/kelurahan.

Philip Kotler pernah menambahkan satu P lagi pada konsep 4P marketing mix (product, price, promotion, place). P yang terakhir dan kemudian dihapus adalah Power (kekuatan). Ya, kita sedang menguji power. Seberapa besar ketaatan birokrat pada pemimpin mereka? Seberapa ampuh jejaring birokrasi untuk menggerakkan sebuah inovasi sosial?

Silakan periksa di balai desa dan kantor camat. Setelah minggu ketiga, apakah brosur dan sticker potji.com terpampang di sana? Apakah setiap kantor camat benar-benar mengirim foto dan deskripsi produk unggulan masing-masing?



potji3Jika jawabannya ya, itu luar biasa. Situs potji.com akan menjadi situs yang paling populer di Kabupaten Tegal.

Berikutnya, sungguh akan sangat mengerikan jika sistem potji.com tidak siap. Baik sistem online (website) maupun sistem offline (kelembagaan) bisa kacau-balau.

Oleh karena itu, kami segera bergerak cepat untuk segera menguatkan kelembagaan. Di kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), di Slawi tidak tersedia, maka segera diangkut meja dari LIK Takaru di jalur pantura. Dari kantor Disperindag kami mengangkut 6 (enam) kursi. Bim salabim, sekretariat potji.com yang sangat sederhana terwujud di TRASA (Taman Rakyat Slawi Ayu).

Yang membuat sesak dada saya, tepat di depan calon sekretariat potji.com berdiri sombong ruko kosong. Sampai kapan aset daerah yang sangat strategis itu dibiarkan kosong? Ini bukan masalah siapa yang salah, tetapi betapa rakyat Kabupaten Tegal benar-benar tidak peduli. Ini bisa seperti puluhan ruko di LIK Takaru yang sampai puluhan unit dibiarkan kosong puluhan tahun. Untuk piara tuyul atau pocong?

Mudah-mudahan dugaan saya keliru. Pemerintah benar-benar telah dan terus berpikir cerdas, bekerja keras. Dan masyarakat Kabupaten Tegal benar-benar peduli.

Insya Allah di bawah kepemimpinan Ki Enthus Susmono carut-marut pengelolaan aset daerah, yang merupakan warisan sejarah, bisa teratasi. Ketika pedal (penguasa sekaligus dalang) bergerak, bagaimana mungkin roda diam di tempat? (pb)

Komentar
Spread the love

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *