fbpx

Dunia Nyata Ok, Dunia Maya Ok!

“Lebih baik website berbayar,” kata Mohammad Roesly kepada H.Abdul Syakur, pemilik UD Aneka Teknik Logam Adiwerna.

“Keunggulan utama website berbayar adalah lebih dipercaya calon pelanggan,” sambung Roesly, seorang konsultan IT yang sebelumnya menjadi administrator dan fasilitator LPB (Lembaga Pengembangan Bisnis) milik YDBA (Yayasan Dharma Bakti Astra).

“Berikutnya yang terpenting adalah pemeliharaan supaya bisa terus exist.” Sebenarnya bisnis H.Abdul Syakur sudah sangat eksis, terutama sebagai spesialis komponen telekomunikasi. Produknya telah digunakan oleh PT Telkom, INDOSAT dan XL, yang tersebar hampir di seluruh Indonesia.
“Kami ingin lebih eksis lagi. Kami ingin bisa ditemukan melalui Google,” kata pengusaha yang konsisten menekuni produk komponen telekomunikasi sejak 1992. Pertemuan pengusaha logam dan konsultan IT tersebut difasilitasi oleh panturabisnis.com.

BELAJAR DARI REWOOD DAN CHOCO HUT

Internet bukan lagi kemewahan. Internet sudah menjadi kebutuhan. Bahkan beberapa industri yang dimotori pengusaha muda asal Tegal, seperti kacamata kayu ReWood dan minuman coklat Choco Hut, 100 persen mengelola pemasaran mereka melalui internet. Kita bisa saksikan kacamata kayu telah mengglobal, tersebar di lima benua.

“Baru saja, Agustus kemarin, ada perusahaan kacamata kayu dari Cina. Mereka menggunakan nama ReWood,” kata Imam Khifni, alumnus Teknik Sipil UGM, tokoh yang mempopulerkan produk kacamata kayu pertama di Asia, kepada panturabisnis.com.

Choco Hut tidak kalah moncer. Produknya tersebar ke hampir seluruh Indonesia. Dede Sulaiman, tokoh di balik Choco Hut, laris diundang untuk berbagi ilmu. Termasuk ke sekolah bisnis nomor satu di Indonesia, program MBA di SBM ITB.

“Biasanya yang diundang ke sana ada menteri dan sekelasnya,” kata Dede bangga. (pb)

 

Komentar
Spread the love

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *