fbpx

Dukuhturi Goes Online

Aktifitas usaha Kacamata Kayu saat dishooting televisi swasta.

TALANG  dan Adiwerna boleh bangga sebagai sentra industri logam. Secara sempit Tegal Jepangnya Indonesia merujuk ke daerah ini. Namun, kecamatan manakah yang pelaku industri kecilnya paling depan memanfaatkan internet marketing? Berdasarkan survei panturabisnis.com selama tahun 2015, jawabannya adalah Dukuhturi.

Paling tidak, ada tiga sosok pengusaha yang mengandalkan internet sebagai media pemasaran produk mereka. Mereka adalah ikon internet marketing dari Tegal. Semua berasal Pertama, Imam Khifni dari Desa Karanganyar, pemilik Rewood Javacraft yang produk utamanya adalah kacamata kayu. Kini produk Rewood telah tersebar ke lima benua dan beberapa kota besar di Indonesia, terutama Jakarta, Bandung dan Bali.

“Pemasaran Rewood seratus persen melalui internet,” kata pria kelahiran Margasari.

 

Imam Khifni adalah pelopor produk kacamata kayu di Asia. Wajar apabila kemudian beberapa televisi nasional berduyun-duyun datang untuk mengangkat kisah Rewood ke layar kaya: Trans7, Kompas TV, MetroTV dan lainnya.

Kedua, Dede Sulaiman dari Grogol. Setelah sukses meluncurkan produk minuman coklat bermerek Choco Hut hingga pelosok negeri, pria lulusan D3 farmasi ini memunculkan produk baru, brownies yang dikemas dalam kaleng. Merek yang dipilih pun tidak kalah keren dibanding Choco Hut, yaitu Brownka.

Ketiga, Nopi Sugiyanto dari Sidakaton, pemilik Kenaken Food yang produk utamanya adalah abon lele bermerek LeleQu. Sekretaris Ikatan Keluarga Alumni SMA 1 Tegal adalah tokoh yang sukses menjadikan lele sebagai makanan berkelas. (pb)

 

Komentar
Spread the love

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *