fbpx

Dua Jenis Pengusaha, Mari Bertemu!

Kacamata kayu?

Kacamata adalah produk lama. Pohon sebagai penghasil kayu telah tumbuh sebelum Nabi Adam. Namun kacamata kayu adalah kombinasi baru. Sebuah inovasi!

Sebagai produk jenis baru kacamata kayu tidak dikenal. Pada umumnya konsumen spontan mengkategorikan kacamata kayu sebagai produk mainan, sehingga harganya pun murah. “Kami perlu sabar untuk mengedukasi pasar,” kenang Imam Khifni (40 tahun), pemilik ReWood Javacraft.

Internet membuat proses edukasi pasar menjadi sangat murah. Low cost, high impact! Seiring dengan kualitas produk semakin meningkat, permintaan membludak. ReWood kewalahan untuk memenuhi pesanan. “Pelanggan skala besar kami ada dua. Dari Bandung dan Singapura. Ini pesanan dari Malaysia belum kami tindak-lanjuti,” ungkap pria lulusan teknis sipil UGM tersebut.

Produksi adalah masalah jamak bagi pengusaha yang basisnya adalah internet marketing. Mereka jagoan dalam hal menjual produk apa saja. Keahlian mereka adalah menjual, sehingga masalah utama mereka adalah menemukan produk yang mau dijual.

Di pantura, pengusaha tipe ini mulai menjamur. Mereka pada umumnya bercirikan muda dan terdidik. Sebut dua nama: (1) Muhammad Helmi yang menekuni spesialisasi facebook marketing dan (2) Nurul Mustafid yang keahliannya adalah mengotak-atik SEO.

PENGUSAHA BERFOKUS PRODUKSI

“Tegal bisa membuat apa saja. Masalah utamanya adalah pasar!”

Kalimat itu begitu sering terdengar, termasuk pada pertemuaan pengusaha-pemerintah pada waktu lalu (26 Februari 2015) di kompleks LIK Takaru, Jalan Raya Pantura, Dampyak. Itu wajar karena pengusaha binaan pemerintah pada umumnya adalah pengusaha yang berfokus pada produksi.

Akibat perebutan pasar yang ukurannya tidak banyak berkembang, perang harga sampai saling menjegal adalah fenomena lumrah. Budaya paten pun terus berkembang. Mereka yang kuat menanggung ongkos produksi rela mendapat laba kecil. Biasanya dengan mengorbankan kualitas. Pengusaha bermodal kecil atau kalah gesit akan mati.

Setelah blusukan, panturabisnis.com berupaya memetakan masalah. Dan berdasarkan peta permasalahan yang dibuat, panturabisnis.com mendorong pemerintah untuk mempercepat sinergi di antara dua jenis pengusaha tersebut. Sinergi ini sangat penting karena akan memecahkan dua masalah besar sekaligus. Kelompok online marketer dapat menemukan produk dan produsen tidak dipusingkan dengan seluk-beluk pemasaran.

“Kami akan mengundang pengusaha berbasis online marketing minggu depan,” kata Indra Rustiono, kepala seksi promosi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DISPERINDAG) Kabupaten Tegal. (pb)

Komentar
Spread the love

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *