Setelah di-PHK Radar Tegal, Muhammad Abduh yang menjadi pimred koran Jawa Pos Grup pada tahun 2008 –

2015, kini membuka usaha kuliner Siomay Ikan Tenggiri dan Dawet Hitam khas Purworejo. Menempati sebuah

kios di Jalan Raya Talang, Kabupaten Tegal, Abduh mencoba mencari peruntungan dengan mengusung bisnis

kuliner yang diberi brand So Daw.

Di-PHK

“Ya, setelah digeser dari jabatan Pimred menjadi Manajer Offset, dan dilorot menjadi stap percetakan,

akhirnya saya benar-benar mendapat surat PHK. Nda masalah, rejeki itu ada yang mengatur. Hanya saja,

pasal yang digunakan untuk memPHK saya adalah pasal 158 UU KK. Padahal sudah ada putusan MK yang

menghapus pasal itu dan ada juga surat edaran menteri tenaga kerja terkait pasal tersebut,” ujar Abduh.

Siap Mandiri

Terlepas dari masalah tersebut, Abduh menyatakan sudah bertekad mandiri. Dan, kesadaran bahwa kerja di

perusahaan swasta suatu saat didepak itu sudah lama, sehingga Abduh sudah menyiapkan beberapa bisnis

untuk menjadi sekocinya.

 

“Saat menjadi pimred, saya tidak bisnis apapun, demi nama baik perusahaan. Saya fokus menggawangi

redaksi. Saat di rumah, saya belajar membuat web secara otodidak. Hasil karya saya bisa dilihat di

panturabisnis.com.”

Panturabisnis.com

Awalnya, kios di Jalan Raya Talang tidak untuk bisnis kuliner, tetapi sebagai basecamp panturabisnis.com. Namun ada tawaran bisnis kuliner yang bisa untuk meramaikan basecamp. Yakni bisnis Dawet Hitam khas Purworejo dan Siomay Ikan Tenggiri.

“Panturabisnis.com ini membidik berita bisnis, advertorial dan periklanan. Termasuk percetakan yang pernah saya garap. Saya pikir ini yang bisa saya lakukan. Tapi bisnis kuliner keliatannya juga prospektif.”

 

Gelar lapak kuliner tersebut berkat kerjasama dengan dua pelaku bisnis. Untuk dawet, bekerjasama dengan Supangat, pemilik bisnis dawet hitam yang diberi brand Miroso. Supangat, yang juga pemilik toko buku Media Ilmu, membuka frainchise bisnis dawet hitam miroso. Sementara untuk kuliner Siomay Ikan Tenggiri bekerjasama dengan Muktiali, warga asal Lebeteng, Kecamatan Tarub. Muktiali sudah puluhan tahun menggeluti usaha Siomay. Awal bisnis Siomay Ikan Tenggiri karena menjadi menantu pengusaha Siomay yang sukses menggelar lapak di Jakarta.

 

“Ini sebagai ikhtiar. Semoga bisa menjadi sumber pendapatan pasca lepas dari Radar Tegal,” kata Abduh. (pb)

Komentar
Tags:
About Author: panturabisnis