PANTANG menyerah  menghadapi rintangan. Itu salah satu kunci sukses Ika Shinta Dewi dan suaminya, Sumarsono (Gatot) dalam mengibarkan bisnis LPK La Shinta (Pinter Boga Bersama).

Pebisnis lulusan SMA  asal Kabupaten Tegal ini berceritera, ia telah menghadapi berbagai macam tantangan hingga akhirnya bisa sukses sekarang ini.

Keinginan berbisnis timbul pada 2001/2002 setelah menikah. “Saya ingin membantu suami. Membantu keuangan keluarga, dengan cara  membuka bisnis kue kering dan pengupas kacang bawang,” ungkapnya.

Dari pengalaman itu, dia terpikir membangun bisnis di rumah. Apalagi, ia ingin mendapat uang. Sekaligus mengurus anak-anaknya 24 jam di luar jam sekolah. Ia pun mengambil pelatihan tata boga di Jakarta dan dan di Jogja. Namun, Shinta terkendala dengan modal.

“Saat itu ada pelatihan tentang tata boga di Jakarta. Biaya Rp. 500.000. Dengan kondisi ga ada dana, tapi sang suami mendukung untuk ikut pelatihan boga di Jakarta. Akhirnya berangkat pelatihan,” tutur Shinta.

Tidak hanya itu Shinta pun selalu ikut dalam pelatihan-pelatihan, khususnya tata boga. Pelan pelan banyak ilmu tata boga yang didapat dari pelatihan. Dengan sering mengikuti pelatihan, Sinta terus berkembang dalam tata boga dan membentuk  usaha “Mita Snack dan Catering”.

“Awal saya mengerjakan bisnis kue kering itu  dengan peralatan dan dana pijam pada orang tua,” tutur dia.

Sekitar tahun 2010, Shinta bertemu fasilitator PNPM yang bertugas di Kecamatan Kedung Banteng. Dia bernama Amalia Yuniati, panggilannya Mba Yuyun.

“Saat itu mba Yuyun bilang pada saya, mba Shinta ambil pelatihan tata boga.  Mengisi pelatihan,” cerita Sinta.

Ia semula ragu menerima tawaran mengisi kegiatan pelatihan  tata boga yang diadakan PNPM Kedung Banteng itu. Shinta merasa belum ada pengalaman mengisi pelatihan.  Tapi Mba Yuyun menyakinkannya.

“Pasti kamu bisa, kata mba Yuyun. Dia menjadi inspirator saya,” ucap Shinta.

Sang suami Gatot pun mensupport Shinta untuk mengisi pelatihan tata boga di Kedung Banteng. “Itu pertama kali saya mengisi pelatihan,” kenangnya.

Sejak itu, Shinta makin percaya diri. Tawaran memberi pelatihan selalu ia ambil. Shinta akhirnya mendirikan LPK La Shinta yang bergerak dalam bidang pelatihan tata boga. Sekarang LPK yang ia bangun sudah bekerja sama dengan beberapa dinas.

“Kita bekerja sama dengan beberapa dinas di Kabupaten Tegal dalam pelatihan tata boga.”

Kini LPK La Shinta sudah melatih, khususnya tata boga, hampir 10 lebih kelompok.

Usaha Mita Snack dan Catering dan LPK La Sinta terus berkembang.  Tapi Shita dan suaminya tidak ingin sampai di situ. Shinta ingin ibu-ibu rumah tangga di lingkungannya juga bisa berkarya dan mandiri. Muncullah ide membuat koperasi.

“Saya buka koperasi agar ibu yang mau belajar dan sukses.”

Pada tahun 2015, koperasi akhirnya dibangun dengan nama koperasi “Anggrek Jaya”. Alamat koperasi di Desa Dukuh Sabrang RT 01 RW 04 Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal. Menyatu dengan rumahnya.

Kebetulan Shinta dan suami sangat suka bunga  Anggrek. “Walau tidak wangi tapi tahan lama.  Harapan kami, koperasi Anggrek Jaya bisa tahan lama sampai untuk anak cucu.”

Koperasi Anggrek Jaya adalah koperasi industri makanan dan kerajinan.  Koperasi ini menjadi wadah para ibu untuk mengembangkan kreativitas daIam bidang makanan dan kerajinan.

“Saya ga mau dibilang sukses. Kalau anak didik saya sudah pada berkembang dalam usaha tata boga dan ada yang melebihi kesuksesan dari saya. Itu saya mau dibilang sukses,” ujar Shinta. (bentar)

 

Komentar
Tags:
About Author: panturabisnis