Oleh: Chotimah

             Pada suatu hari di sebuah pekarangan rumah ada seekor monyet bernama Moli bermain bersama seekor kelinci bernama Linci. Dan seekor bebek bernama Bebi. Mereka asyik bermain bernyanyi dan tertawa gembira. Ketika mereka bermain kemudian datang seekor  anak kambing bernama Embe untuk bergabung ikut main. Tetapi Moli mengusirnya, ia tidak ingin Embe ikut bermain.

“ Sana pergi aku tidak mau main sama kamu Embe, karena kamu bau, hitam dan kecil, aku tidak suka”. Teriak Moli mengusir Embe.

Bebi berkata mengingat Moli. ” Moli kamu tidak boleh begitu, kita tidak boleh menghina orang lain, biarkan Embe bermain bersama kita:.

“Bebi tidak mau bermain sama Embe”. Kata Moli.

“Benar Moli biarkan Embe bermain sama kita” kata Linci ikut menasehati Moli.

Akhirnya Embe mengalah. “ Baiklah aku tidak ikut bermain bersama kalian, aku akan melihat  saja dari sini”.

Tak lama kemudian datang seekor kepiting ke tempat mereka bermain dan menjepit kaki Moly. Moly pun menjerit kesakitan.

“ Tolong.. Tolong kakiku dicepit kepiting.”

Berusaha Menolong

Kedua temannya Linci dan Bebi berusaha menolong. Tetapi cengkraman Kepiting sangat kuat. Sehingga Linci dan Bebi tidak bisa melepaskan jepitan kepiting.

“Monyet kecil rasakan jepitanku ha ha..kamu tadi menghina temanmu Embe,,, haha,,” kata kepinting sambil mencengkram kaki Moly.

Dari kejauhan Embe melihat kejadian tersebut dan ia berusaha mencari pertolongan “ tolong… tolong temanku dijepit kepiting”. Di tengah jalan ia

bertemu dengan ayahnya “ Ayah.. tolong temanku Moli dia dijepit kepiting Ayah..” Dengan berlari Ayah Embe mendatangi Moli dan menolongnya.

“Hai kepiting lepaskan jepitanmu kasihan anak monyet ini” . Kata Ayah Embe kepada Kepeting dan akhirnya ia melepaskan jepitannya.

“ Ia kambing aku menjepit kaki anak monyet ini karena tadi berbuat tidak baik pada teman”. Ujar kepiting sambil melepaskan jepitannya.

“Kepiting mestinya engkau tidak menjepitnya cukup nasehati saja. Dari kejadian ini Moli sangat malu kepada Embe. Karena ia telah menghina dan mengusirnya, Ia pun meminta maaf pada Embe dan Embe memaafkannya.

“Iya Moli aku telah memaafkan  dan semoga engkau tidak mengulanginya lagi” kata Embe kepada Moli

“Iya Embe aku tidak akan mengulangi lagi engkau adalah temanku”.

Pulang

Janji  Moli kepada Embe. Akhirnya Embe dan Ayahnya pulang. Hari sudah mulai sore Bebi, anak bebek pamit pulang pada Moli dan Bebi.. “Teman-teman aku pulang dulu karena hari sudah sore. Kata ibuku kalau hari sudah sore aku harus pulang main karena aku harus mandi. Ganti baju dan makan sore”. Kata Bebi, anak bebek itu pulang ke rumahnya. Tak lama  kemudian ibunya Moli datang menjemput Moli untuk pulang “ Oh anakku Moli hari sudah sore mari kita pulang”

“ Tidak Ibu, aku tidak mau pulang dulu, sana ibu pulang sendiri” Kata Moli kepada ibunya.

“Moli hari sudah sore, engkau harus mandi ganti baju dan makan  dan istirahat anaku”. Ajak ibunya Moli tetapi Moli tetap tidak mau.

“Baiklah ibu pulang dulu, ibu tunggu engkau setengah jam lagi di rumah”. Sambil berjalan pulang ibunya berdoa. ”Ya Allah anakku Moli kenapa begitu bila disuruh ibunya tidak menurut. Sering membangkang perintah ibunya. Ya Allah berilah ia petunjuk agar ia menjadi anak yang baik”.

Ketakutan

Tak lama kemudian hujan lebat datang, suara gemuruh petir terdengar keras membuat Moli ketakutan. Moli pun masuk ke rumah Linci ia menangis “Linci, aku takut ada suara petir dan hujan deras sekali”. Mendengar  Moli menangis Ibu  Linci menenangkan Moli agar berhenti menangis.

“Moli tenang ya tidak usah menangis sekarang engkau mandi terus makan nanti bibi kelinci akan mengantarmu pulan”.

Moli pun berhenti menangis dan ia diajak mandi dan makan. Setelah selesai  mandi dan makan kemudian Moli diantar pulang. Kemudian di tengah perjalanan Ibu kelinci ingat ketika di rumah  Linci anaknya mengatakan kalau Moli tidak mau dijemput ibunya. Ia pun menasehati Moli.

“Moli bukankah tadi ibumu sudah menjemput? Tanya Ibu Kelinci memulai pembicaraan “ iya Bibi kelinci, ibuku telah menjemputku tapi aku tidak mau” jawab Moli.

“Moli tentu ingin menjadi anak yang baik lain kali kalau disuruh ibumu kamu harus nurut. Karena orang tua itu selalu ingin yang terbaik untuk anaknya”. Ibu kelinci menasehati Moli.

“Iya bibi kelinci mulai sekarng aku akan menurut sama ibuku”.

Akhirnya sampailah Moli dan bibi Kelinci ke rumah Moli, ibu Moli menyambut mereka “ Alhamdulillah engkau sudah pulang anaku Moli. Terima kasih ibu Kelinci. Saya mohon maaf anaku Moli telah merepotkanmu, “ Ucap ibu Moli berterima kasih dan memhon maaf pada ibu kelinci.

Di rumah kemudia Moli diantar ibunya untuk gosok gigi membersihkan kaki dan tangan, kemudian ditemani tidur. Sebelum Tidur Moli meminta maaf kepada Ibunya. Dan ia berjanji akan menjadi anak yang baik. Anak yang sayang, peduli dan mau menolong sesamanya serta patuh pada perkataan  ibunya. Untuk menjadi anak yang  baik perlu dukungan keluarga dan teman-teman di sekitarnya. Agar Bangsa ini selalu ada dan tetap jaya perlu orang-orang yang mau bekerja sama, menolong sesama, peduli dan berakhlak mulia. Karena, Allah berfirman Bahwa Negeri ini dipusakai diwariskan bagi orang-orang yang berbuat sholeh.

Komentar
Tags:
About Author: panturabisnis