fbpx

BNN Test Urine Pimpinan Bank di Kota Tegal

TEGAL – Sejumlah pimpinan dan manajer bank di kota Tegal, Kamis (1/9/2016), secara sukarela melakukan test urine. Hal itu dilakukan dalam acara sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba yang digelar oleh Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Tegal di Hotel Plaza.

Ketua BMPD Tegal yang juga Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia Tegal Joni Masius mengawali test urine tersebut. Dan diikuti oleh sejumlah pimpinan dan manajer bank di Tegal. Mereka satu persatu menyerahkan urinnya untuk ditest oleh petugas dari BNN Kota Tegal.

Sebelumnya, saat memberi sambutan acara sosialisasi, Joni Masius menegaskan, Gubernur BI telah melakukan MoU dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Bank Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika serta prekursor narkotika di Indonesia.

Harus Siap

“Karyawan bank harus kredible. Karena itu, harus siap test urine,” ujar dia di hadapan sekitar 95 peserta sosialisasi yang berasal dari perbankan se Pekalongan.

Sementara itu, Kepala BNN Kota Tegal M Jaka Eka Syaifi menyampaikan terima kasih kepada BMPD karena diberi waktu untuk sosialisasi tentang pencegahan peredaran narkoba di kalangan perbankan. Dia mengungkapkan enam perintah Presiden Jokowi dalam upaya memberantas narkoba. Yakni:
Pertama, sektor, seperti BNN, Polri, TNI, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Kominfo, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, harus bergerak bersama, bersinergi.
Kedua, nyatakan perang terhadap bandar dan jaringan narkoba.
Ketiga, tutup semua celah penyelundupan narkoba karena narkoba ini sudah merasuk ke mana-mana.
Keempat, Presiden meminta agar digencarkan kampanye kreatif bahaya narkoba dan kampanye ini utamanya menyasar generasi muda.
Kelima, perlu ditingkatkan pengawasan yang ketat pada lapas sehingga Lapas tidak dijadikan pusat penyebaran dan peredaran narkoba.
Keenam, terkait rehabilitasi penyalahgunaan dan pecandu narkoba. Program rehabilitasi harus berjalan efektif sehingga rantai penyalahgunaan narkoba bisa betul-betul terputus. (pb)

Komentar
Spread the love

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *