Sedia Kancing Rivet, Coran Merk, Kulit Merk, Woven, Satin Damas, Resleting dan Hang Tag

Kancing dan Rivet Plat

KANCING baju hanyalah benda kecil pengait busana. Mereka biasanya berbaris rapi untuk menjalankan tugas
yang sebenarnya sungguh mulia. Berpasangan dengan lubang yang juga berjajar rapi, kancing baju berperan
membuat busana jadi berfungsi sempurna menutup aurat dan melindungi tubuh dari cuaca. Namun saat ini berkembang model kancing. Termasuk bentuk kancing Jeans.

Subur Jaya Mandiri yang memiliki kantor cabang pemasaran kancing di Tegal Jawa Tengah menyediakan berbagai kancing jeans dan lainnya. Seperti kancing rivet, coran merk, kulit merk, woven, satin damas, resleting dan hang tag. Bagi pelaku bisnis konfeksi, tentu saja kancing dan produk tersebut sangat dibutuhkan. Karena itu, silakan hubungi Subur Jaya Mandiri di nomor HP 082114400552 / nomor WA 081806036652.

Sudah cukup banyak penguasa konfeksi jeans di Tegal hingga Pekalongan yang bermitra dengan Subur Jaya Mandiri. Mereka percaya karena Subur Jaya Mandiri menyediakan berbagai kancing jeans yang berkualitas.

Kancing

Kancing

Kulit Merk

Kulit Merk

 

PERJALANAN SEJARAH KANCING

 

Benda ‘remeh’ ini telah melintasi sejarah perjalanannya sejak sekitar 1000 tahun sebelum masehi. Saat
itulah Era Perunggu hadir dan mendorong inovasi dalam banyak hal. Di era inilah kancing baju pertama
kali dibuat oleh manusia. Sebelum ada kancing baju, pakaian yang dikenakan manusia tidaklah tertutup
rapi. Manusia hanya mengandalkan tali atau kulit binatang untuk mengeratkan busana.

Hanya dengan tali pengikat, busana saat itu tidak berfungsi maksimal saat cuaca ekstrem datang. Benda-benda yang dibuat mirip kancing baju dari bahan tulang, kayu, atau kulit kerang, mulanya Cuma digunakan sebagai aksesoris. Mulai tahun 1200, kancing baju dan lubang kancing hadir di Eropa. Budaya kancing baju yang datang ke Eropa ini berasal dari para pedagang Turki dan Mongolia. Dari istilah Prancis, bouton yang berarti tunas, atau bouter yang berarti menekan. Prancis memang menjadi negara yang paling cepat  menangkap peluang di balik kancing baju ini. Pada tahun 1250 pabrik kancing baju pertama di dunia
berdiri dengan nama Guild.

 

Model Hang Tag

Hang Tag

Hang Tag

Pabrik ini membuat kancing baju berseni tinggi untuk kalangan bangsawan. Sejak saat itulah muncul simbol-simbol tertentu dengan memanfaatkan kancing baju. Para bangsawan saat itu membuat aturan bahwa untuk kalangan mereka, bajunya mesti memiliki kancing baju dalam jumlah tertentu. Setelah dibuat nyeni, kancing baju kemudian menjadi simbol status sosial. Permintaan pasar akan kancing baju pun lantas melonjak. Pada pertengahan tahun 1300-an, kancing baju menjadi bisnis besar.

 

Pusat Kancing

Prancis saat itu pun menjadi pusat kancing baju di Eropa. Guild meraup untung besar dengan terus
memproduksi kancing baju untuk jas, baju, serta busana lain. Bahkan perkembangan ini sampai-sampai
melahirkan para tokoh yang kecanduan kancing baju. Situs h2g2.com mengisahkan, pada tahun 1520 King
Francis I dari Prancis mengenakan pakaian yang dipasang 13.600 kancing baju saat bertemu King Henry
VIII dari Inggris. Saat itu, King Henry VIII juga mengenakan busana yang bertabur kancing baju. Banyak
lagi raja lain di Eropa yang lantas hobi mengenakan kancing baju yang terbuat dari gading, tulang,
emas, bahkan berlian. Di era modern, kancing baju terus mendorong perkembangan cara berbusana. Memasuki
abad ke-19, kancing baju sudah diproduksi secara massal.

Bahan yang digunakan untuk membuatnya pun bervariasi. Saat itu, kancing baju yang terbuat dari benang,
bersaing ketat dengan kancing dari bahan logam dan tulang. Tahun 1860-an, Jepang menjadi salah satu
negara penting yang memasok kebutuhan kancing dunia. Di tahun ini, kancing baju asal Jepang terbuat
dari mutiara yang berwarna putih. Banjir kancing baju Jepang ini lantas melahirkan kontas raja dan ratu
mutiara digelar di London.

Pengunjung kontes ini berdatangan untuk menyaksikan para pesohor mengenakan busana dengan ribuan
kancing baju mutiara putih. Memasuki abad ke-20, kancing baju berkembang semakin bervariasi. Di zaman
ini, kancing baju tidak lagi hanya berbentuk bulat, tapi sudah mulai dibuat dengan motif buah-buahan,
bunga-bungaan, daun, binatang, dan sebagainya. Warna serta bahan baku yang digunakan untuk membuatnya
pun semakin bervariasi.

Komentar
Tags:
About Author: panturabisnis