fbpx

Bekraf Diharapkan Akomodir Potensi Ekonomi Kreatif Kab. Tegal

Kepala Disperindag Bambang S. anggota DPR RI Fikri Faqih dan Ketua KADIN Fatchudin saat diskusi lesehan

DARI sub-sektor industri kreatif yang ada, baru tiga yang sering mendapat perhatian. Yakni, kerajinan, kuliner dan fesyen. Karena itu, Anggota DPR RI Abdul Fikri Faqih berharap Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bisa mengakomodir semua potensi ekonomi  kreatif. Termasuk yang ada di Kabupaten Tegal.

“Kabupaten Tegal memiliki potensi ekonomi kreatif yang cukup beragam. Dari makanan sampai industri logam. Kami hadirkan Bekraf ke sini agar bisa melihat langsung. Ini cara lain saya dalam kegiatan reses agar tidak hanya janji-janji saja,” tutur Fikri Faqih dalam acara diskusi lesehan di TrasaMart, Slawi, Rabu (11/08/2016).

Kegiatan yang mengusung Poros Digital dan Ekonomi Kreatif dihadiri perwakilan dari Bekraf Indi, Kepala Disperindag Kabupaten Tegal Bambang Susanto, Ketua KADIN Fatchudin Rosyidi, Ketua DPD KNPI Syamsul Falah, Kandatel Telkom Tegal Ambar Prihadi, anggota dewan setempat serta beberapa pelaku usaha ekonomi kreatif.

“Bekraf menjadi lembaga tersendiri yang mendapat dana cukup besar. Dengan kegiatan ini, mudah-mudahan ada titik temu dan saya akan mengawalnya,” kata wakil rakyat asal Kab. Tegal itu.

Kepala Disperindag Kabupaten Tegal Bambang Susanto dalam kesempatan itu juga menyampaikan potensi ekonomi kreatif dan program Disperindag untuk menyokong potensi tersebut. Di antaranya menghidupkan TrasaMart, potji.com dan kampung UKM digital yang merupakan kerja sama antara Disperindag, Telkom dan KADIN Kab. Tegal.

“Tadi kita sudah berbicara banyak dengan Ibu Indi dari Bekraf,” kata Bambang.

Terkait kampung UKM Digital, Ketua KADIN Fatchudin kembali mengungkapkan rencana penggunaan sub terminal Adiwerna untuk dimanfaatkan sebagai kantor KADIN dan kampung UKM Digital. Sementara Kandatel Telkom Tegal Ambar Prihadi menguatkan dukungan terhadap kampung UKM Digital.

“Kampung UKM Digital bagian dari dukungan Telkom terhadap program Smart City,” tegasnya.

 

Kepala Bekraf Triawan Munaf melalui Indi menuturkan, Kabupaten Tegal harus memiliki satu jagoan yang bisa menjadi World Heritage. Ia menyebut Warteg yang sudah begitu dikenal oleh masyarakat luas. “Secara umum, Bekraf juga siap membantu mmarketing produk usaha ekonomi kreatif. Tidak hanya di skala nasional, tetapi juga global.”

 

BERBASIS KREATIVITAS

Dari wikipedia disebutkan, sub-sektor yang merupakan industri berbasis kreativitas di Indonesia berdasarkan pemetaan industri kreatif yang telah dilakukan oleh Departemen Perdagangan Republik Indonesia adalah:

Periklanan: kegiatan kreatif yang berkaitan jasa periklanan (komunikasi satu arah dengan menggunakan medium tertentu), yang meliputi proses kreasi, produksi dan distribusi dari iklan yang dihasilkan, misalnya: riset pasar, perencanaan komunikasi iklan, iklan luar ruang, produksi material iklan, promosi, kampanye relasi publik, tampilan iklan di media cetak (surat kabar, majalah) dan elektronik (televisi dan radio), pemasangan berbagai poster dan gambar, penyebaran selebaran, pamflet,
edaran, brosur dan reklame sejenis, distribusi dan delivery advertising materials atau samples, serta penyewaan kolom untuk  iklan.

Arsitektur: kegiatan kreatif yang berkaitan dengan jasa desain bangunan, perencanaan biaya konstruksi, konservasi bangunan warisan, pengawasan konstruksi baik secara menyeluruh dari level makro (Town planning, urban design, landscape architecture) sampai dengan level mikro (detail konstruksi, misalnya: arsitektur taman, desain interior).

 

Pasar Barang Seni: kegiatan kreatif yang berkaitan dengan perdagangan barang-barang asli, unik dan langka serta memiliki nilai estetika seni yang tinggi melalui lelang, galeri, toko, pasar swalayan, dan internet, misalnya: alat musik, percetakan, kerajinan, automobile, film, seni rupa dan lukisan.
Kerajinan: kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi dan distribusi produk yang dibuat dihasilkan oleh tenaga pengrajin yang berawal dari desain awal sampai dengan proses penyelesaian produknya, antara lain meliputi barang kerajinan yang terbuat dari: batu berharga, serat alam maupun buatan, kulit, rotan, bambu, kayu, logam (emas, perak, tembaga, perunggu, besi) kayu, kaca, porselin, kain, marmer, tanah liat, dan kapur. Produk kerajinan pada umumnya hanya diproduksi dalam jumlah
yang relatif kecil (bukan produksi massal).

Desain: kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi desain grafis, desain interior, desain produk, desain industri, konsultasi identitas perusahaan dan jasa riset pemasaran serta produksi kemasan dan jasa pengepakan.

Fesyen: kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi desain pakaian, desain alas kaki, dan desain aksesoris mode lainnya, produksi pakaian mode dan aksesorisnya, konsultansi lini produk fesyen, serta distribusi produk fesyen.

Video, Film dan Fotografi: kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi produksi video, film, dan jasa fotografi, serta distribusi rekaman video dan film. Termasuk di dalamnya manajemen produksi film, penulisan skrip, tata sinematografi, tata artistik, tata suara, penyuntingan gambar, sinetron, dan eksibisi film.

Permainan Interaktif: kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi, dan distribusi permainan komputer dan video yang bersifat hiburan, ketangkasan, dan edukasi. Subsektor permainan interaktif bukan didominasi sebagai hiburan semata-mata tetapi juga sebagai alat bantu pembelajaran atau edukasi.

Musik: kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi/komposisi, pertunjukan, reproduksi, dan distribusi dari rekaman suara.

Seni Pertunjukan: kegiatan kreatif yang berkaitan dengan usaha pengembangan konten, produksi pertunjukan (misal: pertunjukan balet, tarian tradisional, tarian kontemporer, drama, musik tradisional, musik teater, opera, termasuk tur musik etnik), desain dan pembuatan busana pertunjukan, tata panggung, dan tata pencahayaan.

Penerbitan dan Percetakan: kegiatan kreatif yang terkait dengan penulisan konten dan penerbitan buku, jurnal, koran, majalah, tabloid, dan konten digital serta kegiatan kantor berita dan pencari berita. Subsektor ini juga mencakup penerbitan perangko, materai, uang kertas, blanko cek, giro, surat andil, obligasi surat saham, surat berharga lainnya, passport, tiket pesawat terbang, dan terbitan khusus lainnya. Juga mencakup penerbitan foto-foto, grafir (engraving) dan kartu pos, formulir, poster,
reproduksi, percetakan lukisan, dan barang cetakan lainnya, termasuk rekaman mikro film.

Layanan Komputer dan Piranti Lunak: kegiatan kreatif yang terkait dengan pengembangan teknologi informasi termasuk jasa layanan komputer, pengolahan data, pengembangan database, pengembangan piranti lunak, integrasi sistem, desain dan analisis sistem, desain arsitektur piranti lunak, desain prasarana piranti lunak dan piranti keras, serta desain portal termasuk perawatannya.

Televisi dan Radio: kegiatan kreatif yang berkaitan dengan usaha kreasi, produksi dan pengemasan acara televisi (seperti games, kuis, reality show, infotainment, dan lainnya), penyiaran, dan transmisi konten acara televisi dan radio, termasuk kegiatan station relay (pemancar kembali) siaran radio dan televisi.

Riset dan Pengembangan: kegiatan kreatif yang terkait dengan usaha inovatif yang menawarkan penemuan ilmu dan teknologi dan penerapan ilmu dan pengetahuan tersebut untuk perbaikan produk dan kreasi produk baru, proses baru, material baru, alat baru, metode baru, dan teknologi baru yang dapat memenuhi kebutuhan pasar; termasuk yang berkaitan dengan humaniora seperti
penelitian dan pengembangan bahasa, sastra, dan seni; serta jasa konsultansi bisnis dan manajemen.

Kuliner: kegiatan kreatif ini termasuk baru, kedepan direncanakan untuk dimasukkan ke dalam sektor industri kreatif dengan melakukan sebuah studi terhadap pemetaan produk makanan olahan khas Indonesia yang dapat ditingkatkan daya saingnya di pasar ritel dan passar internasional. Studi dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi selengkap mungkin mengenai produk-
produk makanan olahan khas Indonesia, untuk disebarluaskan melalui media yang tepat, di dalam dan di luar negeri, sehingga memperoleh peningkatan daya saing di pasar ritel modern dan pasar internasional. (pb)

Komentar
Spread the love

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *