fbpx

Banyak Industri Kecil Tanpa Produk

electroplating2“Usaha saya pada dasarnya tidak punya produk. Usaha saya itu jasa. Jasa electroplating. Misalnya, knalpot ini milik pengusaha dari Setu. Kepala desa Setu,” kata Kailani, salah satu pengusaha electroplating dari desa Mangunsaren, Kecamatan Tarub.

Pada 29-31 Maret 2016 ini akan diadakan pelatihan electroplating di Simpang Lima Residence, Semarang. Tidak semua kabupaten/kota di Jawa Tengah diundang. Melainkan hanya lima, yaitu Tegal, Purbalingga, Pati, Klaten dan Boyolali. Dan dari Kabupaten Tegal adalah Kailani dan dua pengusaha electroplating lainnya.

Pengakuan Kailani tidak mengejutkan. Tidak sedikit, atau lebih tepatnya banyak sekali, industri atau usaha kecil tidak memiliki produk sendiri. Industri konfeksi, misalnya. Sebagian besar atau hampir seluruhnya desain dan merek berasal dari pemberi order, yaitu perusahan menengah atau besar di Jakarta atau kota besar lainnya. Gunting Mas adalah satu dari sedikit usaha konfeksi yang berhasil memiliki produk dan merek sendiri.

Pada umumnya usaha kecil bermitra dengan usaha besar. Dan pola kemitraan antara usaha kecil dan usaha besar sebenarnya dibakukan. Menurut UU No. 9 Tahun 1995 tentang Usaha Kecil dan PP No. 44 Tahun 1997 tentang kemitraan tersebut terdiri atas 5 (lima) pola, yaitu : (1).Inti Plasma, (2).Subkontrak, (3).Dagang Umum, (4).Keagenan, dan (5).Waralaba. Sayang sekali, data dan penelitian mengenai pola kemitraan itu tidak tersedia secara memadai.

HAMBATAN DAN TANTANGAN POTJI.COM

Banyak pihak memberi saran naif, supaya potji.com mencontoh bukalapak atau tokopedia, yaitu menjual produk tertentu dengan harga tertentu. Dan, tentu saja, potji.com mengelola transaksi. Saran konyol semacam itu tidak mungkin muncul seandainya mereka memahami seluk-beluk birokrasi dan perindustrian delectroplatingi Kabupaten Tegal.

Hingga saat ini, di balik jargon mentereng “Tegal Jepangnya Indonesia” ternyata tidak ada pemetaan perindustrian secara komprehensif dan mendalam. Bahkan data usaha kecil yang tersedia, seperti diakui sekretaris Dinas Koperasi, UKM dan Pasar, tidak logis dan jauh dari kenyataan. Siapa yang akan menangani masalah tersebut?

Oleh karena itu, kepada panturabisnis.com, manajer potji.com Akhmad Thoha Faz menyatakan sangat senang kedatangan mahasiswa asal Tegal untuk melakukan penelitian di daerah sendiri. “Teman saya yang dari Manajemen sepertinya tertarik membuat Tugas Akhir di potji.com,” kata Oriza Wahyu Utami, mahasiswi Teknik Industri UNDIP yang sudah mulai membuat TA di potji.com.

Tidak hanya UNDIP, UPS juga menyambut baik. “Kapan kita bisa ketemu langsung untuk kerjasama yang lebih konkret?” kata Intan dari Ilmu Komunikasi UPS.

Mengapa potji.com perlu kolaborasi seluas-luasnya? Sebagai situs promosi milik pemerintah, potji.com tidak bisa lepas dengan situasi dan kondisi usaha atau industri kecil di Kabupaten Tegal. Kesiapan mereka dengan internet marketing, misalnya terkait QCD+S (quality, cost, delivery, service), merupakan infrastruktur sosial yang sangat penting. Dan itu tugas yang sangat besar dan jelas di luar kemampuan potji.com. (pb)

Komentar
Spread the love

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *