Ketua Dekopinda Kab. Tegal H Djuwaini memberi santunan kepada anak yatim saat peringatan hari koperasi ke-69 dan halal bi halal

MEMPERINGATI hari koperasi ke-69, yang jatuh pada tanggal 12 Juli, Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Tegal membangkitkan semangat berkoperasi. Setidaknya hal tersebut tergambar pada acara peringatan hari koperasi dan halal bi halal, Rabu (20/7) kemarin, sekira pukul 14.00 di ruang pertemuan kantor Dekopenda setempat. Meski diguyur hujan, pengurus Dekopinda dan para anggotanya bersemangat untuk menggelorakan soko guru perekonomian Indonesia.

Usai beberapa sambutan dan ceramah halal bi halal, pengurus Dekopinda memberikan santunan ke sejumlah anak yatim. Santunan tersebut diberikan langsung oleh Ketua Dekopinda Kab. Tegal H. Djuwaini.
“Peringatan ini menjadi momentum. Kita sadar organisasi Dekopinda mengalami pasang surut dan terpengaruhi oleh situasi politik. Nah sekarang ini kita bangun untuk kembali membangkitkan semangat berkoperasi,” ujar Ketua Dekopinda Kab. Tegal H. Djuwaini kepada panturabisnis.com, usai acara peringatan tersebut.

Djuwaini menuturkan, berkoperasi itu membutuhkan proses yang tidak mudah dibanding usaha pribadi. Karena, dalam organisasi seringkali tidak bebas melangkah. Sehingga terlihat koperasi itu berjalan lamban.
“Kalau badan usaha milik sendiri kan bisa cepat maju. Namun kita harus bisa memajukan soko guru perekonomian Indonesia ini. Dan, Dekopinda menjadi keluarga semua gerakan koperasi yang usahanya bermacam-macam,” ujar Djuwaini yang juga Ketua Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI) Kab. Tegal.

Dia menegaskan, Dekopinda tidak bertugas mencari uang tetapi mengembangkan kelembagaan, dan menumbuhkan jiwa koperasi. Meskipun tidak ada sumber pendanaan, Dekopinda bertekad terus bergerak dengan semangat dari, oleh dan untuk anggota.
“Kita mencetak pemimpin yang handal dalam berkoperasi.”

Sementara itu, di tempat yang sama, Kabid Koperasi Dinas Koperasi UKM dan Pasar Kab. Tegal Gunawan SE ikut senang dengan semangat pengurus Dekopinda yang terus menggelorakan semangat berkoperasi.

“Kita terus melakukan pembinaan terhadap koperasi yang ada agar menjadi koperasi yang aktif. Yang sudah mati, akan kita tutup. Ada sekitar 50-an koperasi yang akan kita tutup,” tegas Gunawan. (bp)

Komentar
Tags:
About Author: panturabisnis