fbpx

Apakah Pendidikan Kita Sadar MEA?

meaNgobrol dengan orang Filipina di sela-sela internasional conference, Asia Pasific Institute of Advanced Research (APIAR). Anak primary school di sana, sudah belajar bahasa Inggris, Spanyol dan Mandarin. Mereka siap menyambut MEA. Pantes banyak middle low manajemen level dari Filipina di seantero jagad.

Mestinya pendidikan kita juga mengekspose kemampuan bahasa asing sejak dini. Belajar bahasa bukan sebagai linguistik, ilmu bahasa yang scientific, seperti anak-anak kita yang jatuh bangun dengan grammar sejak SD sampai SMA, tapi bahasa sebagai alat komunikasi, penghasil karya sastra dsb.



Dan kayanya kita dengan bahasa daerah bukan dijadikan kendala dan sekat, menjadi chauvinisme. tapi kita mempelajari dengan senang hati agar saling mengerti dan memperkaya. Bagaimana orang belajar dengan gembira, sejak SD, bukan dengan nelangsa ke sekolah dengan beban tas berat di punggung, PR berjibun, prakarya yg tidak menunjukkan kreativitas.

Anak sekarang, kehilangan masa mudanya, kita cabut dari akar kebahagiaan belajar dan kreativitasnya, atas nama kurikulum dan sistem, yang hanya kita sendiri saja yang tahu, apa baiknya sistem itu, karena tak pernah dilakukan benchmarking ke negara yg maju pendidikannya. Atau mungkin, kita yg suka jalan-jalan, menghabiskan anggaran, tidak mengerti apa itu benchmarking…(Dermawan Wibisono, Guru Besar SBM-ITB)

 

Komentar
Spread the love

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *